Lapas Gunung Sugih Fasilitasi Pembinaan Rohani Bagi Warga Binaan Non Muslim

301 views

Betiklampung.com, Gunung Sugih —

Dalam upaya memberikan pembinaan yang berkeadilan dan menyeluruh, Lapas Kelas IIB Gunung Sugih menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama bagi Warga Binaan Non Muslim. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan rohani yang menyasar seluruh Warga Binaan, tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan.

Melalui kegiatan ini, para Warga Binaan yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, dan lainnya mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ajaran agamanya masing-masing. Pembelajaran disampaikan oleh pembimbing rohani dari luar lapas yang telah bekerja sama secara resmi dengan pihak Lapas Gunung Sugih.

BACA JUGA:  Beri Kemudahan Layanan, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran

Kalapas Gunung Sugih, Sastra Irawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama dan hak dasar setiap individu dalam menjalankan ibadah.

“Kami memberikan ruang yang sama bagi seluruh Warga Binaan untuk mendapatkan pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Hal ini sangat penting untuk mendukung proses pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana,” jelas Sastra Irawan.

Kegiatan ini berlangsung secara rutin dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain memperkuat nilai-nilai keimanan, pembelajaran rohani ini juga bertujuan membentuk kepribadian yang lebih baik, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani hidup yang lebih bermakna setelah bebas nanti.

BACA JUGA:  Produk Hasil Karya Napi Lapas Kelas I Bandar Lampung Siap Penuhi Kebutuhan Supermarket

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memastikan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dilaksanakan secara inklusif, adil, dan sesuai dengan prinsip Hak Asasi Manusia.

Dengan adanya pembelajaran keagamaan bagi Warga Binaan Non Muslim, Lapas Gunung Sugih berharap tercipta suasana pemasyarakatan yang harmonis, penuh toleransi, dan kondusif dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial.