Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, TPID Lampung Perkuat Langkah Antisipatif Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan

177 views

Lampung — Periode Ramadan dan Idulfitri secara historis diikuti peningkatan konsumsi masyarakat yang berpotensi memicu tekanan harga, khususnya pada komoditas pangan strategis. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, digelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Lampung untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor agar stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga hingga tingkat konsumen.

Dalam forum ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia Provinsi Lampung dan
pemangku kepentingan terkait memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui koordinasi untuk menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok agar daya beli masyarakat terjaga menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

BACA JUGA:  Kadivpas Bersama Kadivmin dan Kalapas Lakukan Panen Terong Ungu Hasil Karya Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung

Melalui HLM TPID ini, Gubernur Lampung berharap seluruh pihak perkuat koordinasi, memperjelas pembagian tugas, serta meningkatkan respons cepat terhadap potensi gejolak harga. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu jaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Bank Indonesia menyampaikan perkembangan inflasi terkini serta risiko inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional yang umumnya bersumber dari kelompok volatile food. “Penguatan sisi hulu perlu diintegrasikan dengan pascapanen, hilirisasi, dan distribusi dalam satu ekosistem sinergi agar pasokan terjaga dan harga lebih stabil,” ujar Bimo.

BACA JUGA:  Danrem 043/Gatam Sambut Kunker Pangdam II/Sriwijaya di Kodim 0427/WK

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui optimalisasi produksi internal daerah, penguatan cadangan pangan, serta peningkatan kelancaran distribusi antardaerah. Upaya tersebut didukung dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar pada wilayah yang mengalami tekanan harga.

Dari sisi pengamanan, Satgas Pangan bersama aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan rantai distribusi guna mencegah penimbunan, spekulasi harga, serta memastikan pangan yang beredar aman dan bermutu. Perum BULOG menyatakan kesiapan stok cadangan beras pemerintah yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung dan siap disalurkan sesuai
kebutuhan.

BACA JUGA:  Kasrem 043/Gatam Bersama Kapolda Lampung Cek Situasi Arus Balik Idul Fitri 2024 di Pelabuhan Bakauheni

Sementara itu, Pertamina memastikan kesiapan pasokan energi, termasuk BBM dan LPG selama periode Ramadan dan Idulfitri. Dinas Perhubungan Provinsi Lampung juga memaparkan kesiapan sarana dan prasarana transportasi untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.