Lapas Cibinong Bawa Ketenangan Batin Bagi Warga Binaan yang Beragama Buddha

143 views

Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus berkomitmen memenuhi hak beribadah bagi seluruh Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah rutin bagi Warga Binaan yang beragama Buddha di Wihara Yang Xin Lapas Cibinong pada, Sabtu (27/6/2026).

Ibadah dipimpin oleh Romo Teguh dari Vihara Sri Mahashakara Gunung Putri yang memberikan pembinaan Dhamma kepada para Warga Binaan. Dalam khotbahnya, Romo Teguh mengajak para Warga Binaan untuk senantiasa menumbuhkan kebijaksanaan, kesabaran, serta kasih sayang dalam menjalani kehidupan, sekaligus menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, mengatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk karakter positif Warga Binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Lapas Cibinong Panen Lele 71 Kg Sebagai Wujud Pembinaan Produktif dan Bernilai Ekonomi

“Pembinaan keagamaan menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus membangun kesadaran diri. Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan pembinaan yang inklusif bagi seluruh Warga Binaan sesuai agama dan keyakinannya, sehingga mereka memiliki bekal moral, mental, dan spiritual yang kuat sebagai modal utama dalam proses reintegrasi sosial serta menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab setelah bebas,” ujar Robby.

Sementara itu, Romo Teguh mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik melalui penerapan ajaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Layanan Penukaran Uang Dibuka, Kepala KPw BI Lampung Himbau Masyarakat Biasakan Transaksi Non Tunai

“Masa pembinaan hendaknya dimanfaatkan untuk melatih kesabaran, mengendalikan diri, dan memperbanyak perbuatan baik. Perubahan yang dimulai dari dalam diri menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.” pesan Romo Teguh.

Salah seorang Warga Binaan berinisial YC mengaku bersyukur dapat mengikuti pembinaan kerohanian secara rutin di dalam Lapas.

“Ibadah ini memberikan ketenangan batin dan semangat bagi saya untuk terus memperbaiki diri. Saya belajar menerima keadaan dengan lebih bijaksana serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya,” ungkap YC.

BACA JUGA:  Public Expose LIVE 2021 Targetkan 44.000 Pengunjung Daring

Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan layanan pembinaan yang menghormati keberagaman agama dan keyakinan sebagai bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan. Upaya tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang berkarakter, memiliki pengendalian diri, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *