Cibinong — Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) membuahkan hasil nyata. Hal ini ditandai dengan keberhasilan panen 71 kilogram ikan lele sebagai bentuk pembinaan produktif di bidang pangan, Senin (5/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan dan peternakan di Lapas dan Rutan.
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk transformasi pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian Warga Binaan.
“Panen lele ini bukan sekadar hasil budidaya, tetapi bukti bahwa pembinaan yang kami jalankan selaras dengan 15 Program Aksi Imigrasi dan Pemasyarakatan. Warga Binaan kami libatkan dari proses produksi hingga pengolahan, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang nyata,” ujar Wisnu.
Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar kepada pihak ketiga CV Subakut Kuta, namun juga diolah menjadi produk lele siap saji dengan berbagai pilihan bumbu yang secara khusus disajikan bagi para pengunjung. Inovasi ini menjadi nilai tambah pembinaan, sekaligus membuka ruang interaksi positif antara Lapas dan masyarakat.
Kasubsi Giatja Lapas Cibinong, Tunggadewi Ratu Wardhani, menjelaskan bahwa pengolahan lele menjadi siap saji merupakan bagian dari pengembangan keterampilan kuliner Warga Binaan.
“Kami ingin hasil pembinaan tidak hanya berhenti pada panen, tetapi juga bernilai tambah. Lele diolah menjadi menu siap saji dengan berbagai bumbu, sehingga Warga Binaan belajar manajemen usaha, pengolahan pangan, hingga pelayanan kepada konsumen,” jelas Ratu.
Lebih lanjut Ratu menjelaskan bahwasannya keuntungan dari penjualan tersebut akan diberikan premi bagi Warga Binaan dan sebagian lagi akan disetorkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Salah satu Warga Binaan berinisial T yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut mengungkapkan rasa bangganya. “Saya senang bisa ikut dari awal budidaya sampai lele ini diolah dan dinikmati pengunjung. Pengalaman ini membuka wawasan saya tentang usaha yang bisa dijalankan setelah bebas nanti,” ungkap T.
Kegiatan panen lele ini menegaskan bahwa pembinaan di Lapas merupakan proses pembentukan diri dan penanaman harapan baru. Lapas Cibinong secara konsisten menghadirkan pembinaan terpadu yang menyentuh aspek spiritual, mental, dan keterampilan sebagai persiapan reintegrasi warga binaan ke masyarakat.

