Lampung — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung kembali bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung menggelar pelatihan kemandirian budidaya ikan lele dan tanaman kangkong didalam ember bagi Warga Binaan, Rabu (6/5).
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Seksi Giatja, Agus Ritnawati di aula Lapas, sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan. Dalam sambutannya, Agus Ritnawati menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi bekal penting bagi Warga Binaan untuk mandiri setelah bebas.
“Pelatihan ini adalah strategi jangka panjang agar Warga Binaan punya keterampilan yang bermanfaat sebagai modal hidup usai menjalani pidana,” ungkapnya.
Program ini melibatkan instruktur profesional dari Dinas Perikanan dan Kelautan yang memberikan materi mulai dari pemilihan bibit, teknik pemberian pakan, hingga pengendalian penyakit ikan serta proses penanaman bibit kangkong dan tata cara perawatannya.
Para peserta merupakan Warga Binaan terpilih yang memiliki minat di bidang perikanan dan pertanian. Mereka juga mendapat kesempatan praktik langsung dengan jajaran petugas dari Dinas Perikanan dan Kelautan di lapangan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi.
Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. Maida Sari, MM, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kami senang dapat kembali berkontribusi. Semoga ilmu yang diberikan penyuluh kami bermanfaat saat teman-teman kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung kepada Lapas Perempuan Bandar Lampung dilanjutkan dengan sesi foto Bersama seluruh jajaran.

