Sekdaprov dan Direksi Bank Lampung Hadiri Rapat Kerja KUB Bank Jatim Bersama Wagub Jatim dan Para Gubernur Anggota KUB

247 views

Jakarta — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama jajaran Direksi Bank Lampung menghadiri Rapat Kerja Tahunan 2026 Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Rapat kerja yang mengusung tema “Penyelarasan Strategi KUB Bank Jatim” tersebut diikuti jajaran komisaris dan direksi bank anggota KUB Bank Jatim sebagai forum koordinasi untuk memperkuat kolaborasi antar Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, para gubernur daerah anggota KUB, Kepala OJK Jawa Timur, Kepala OJK wilayah anggota KUB, serta jajaran pimpinan bank anggota KUB Bank Jatim.

BACA JUGA:  Kejari Bandar Lampung Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Penyaluran Dana KUR di Bank BRI

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas bersama, mulai dari manajemen risiko, tata kelola perusahaan, audit internal, laporan konsolidasi keuangan, penguatan teknologi informasi, hingga penyelarasan perencanaan strategis dan sinergi bisnis antarbank anggota KUB.

Rapat kerja tahunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesamaan visi dan arah kebijakan antar anggota KUB guna meningkatkan efektivitas kerja sama dan pengembangan bisnis perbankan daerah yang lebih terintegrasi.

BACA JUGA:  Penuhi Hak Kesehatan WBP, Tenaga Kesehatan Rutan Sukadana Gelar Pemeriksaan Kesehatan Melalui Layanan Kesehatan Keliling

Bank Lampung sebelumnya telah menjalin kerja sama melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, tata kelola, serta pengembangan kapasitas bisnis perbankan daerah.

Kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung dalam forum tersebut mencerminkan komitmen untuk mendukung penguatan sektor perbankan daerah melalui sinergi dan kolaborasi antar Bank Pembangunan Daerah.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan perbankan daerah semakin adaptif menghadapi tantangan industri keuangan serta mampu mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*)