Cibinong — Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, jajaran petugas bersama ratusan Warga Binaan mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan harapan, memperkuat keimanan, dan membuka lembaran baru kehidupan, Jumat (28/8/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang kelahiran dan perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia yang beliau ajarkan, seperti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama.
Pada kegiatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ustaz Abdur Rahman Al-Farigi dari Pondok Pesantren Ni’matul Ummah, Depok. Dalam tausiah yang disampaikan, Warga Binaan diajak untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.
“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Jangan melihat masa lalu sebagai akhir dari segalanya, tetapi jadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan menata masa depan,” ujar Ustaz Abdur Rahman Al-Farigi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses menjadi pribadi yang lebih baik tidak mengenal kata terlambat. Masa pembinaan di Lapas justru dapat menjadi ruang untuk melakukan introspeksi, memperkuat mental dan spiritual, serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Cibinong. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, melakukan introspeksi, serta mendorong Warga Binaan memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Cibinong yang diwakili oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Cibinong menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki peran penting dalam proses pembinaan kepribadian Warga Binaan.
“Mari kita jadikan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum perubahan dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, baik dalam perkataan, perbuatan, kesabaran, kejujuran, maupun kasih sayang kepada sesama. Nilai-nilai tersebut hendaknya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari proses memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Kasi Binadik.
Ia menambahkan, pembinaan keagamaan diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus membangun keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri. Proses pembinaan bukan hanya tentang perubahan perilaku, tetapi juga bagaimana membangun karakter dan meningkatkan keimanan.
Makna Maulid Nabi juga dirasakan langsung oleh salah seorang Warga Binaan berinisial AR yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan motivasi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani proses pembinaan.
“Peringatan Maulid Nabi ini memberikan motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar AR.
Bagi para Warga Binaan, pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan seseorang. Justru dari proses pembinaan inilah diharapkan tumbuh kesadaran untuk berubah, memperbaiki kesalahan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Lapas Cibinong terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang tidak hanya membentuk Warga Binaan agar memiliki perilaku yang lebih baik, tetapi juga membangun pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki landasan spiritual yang kuat.

