Kalianda – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran melalui Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran serta Penggunaan APAR bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (9/9).
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 10.30 WIB ini merupakan tindak lanjut petunjuk dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait penanganan bencana dan kondisi darurat di lingkungan pemasyarakatan. Lapas Kalianda juga melakukan koordinasi dengan unsur TNI dan Polri guna memperkuat sinergi dalam menghadapi kondisi darurat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan, dilanjutkan sosialisasi kepada petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan APAR, serta langkah awal penanganan keadaan darurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran di blok hunian dan dapur Lapas, sehingga petugas dan WBP dapat memahami secara langsung respons yang perlu dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi.
“Kita tidak boleh menunggu kebakaran terjadi baru bertindak. Dengan simulasi ini, petugas dan warga binaan dilatih untuk memahami risiko, tidak panik, serta mampu melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama.”
Sementara itu, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menekankan pentingnya latihan secara langsung sebagai bagian dari membangun respons cepat dan koordinasi ketika menghadapi kebakaran.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kejadian. Melalui sosialisasi dan simulasi ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai tindakan awal pemadaman dan pentingnya koordinasi. Harapannya, risiko dan dampak kebakaran dapat diminimalkan.”
Melalui kegiatan ini, Lapas Kalianda terus memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan kapasitas petugas dan WBP, serta membangun kesiapsiagaan bersama Damkar, TNI, dan Polri untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tanggap terhadap kondisi darurat.

