Desa TAPIS Hadirkan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Potensi Lokal

130 views

Lampung Timur – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mencanangkan Program Desa TAPIS (Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas) di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/9/2026).

Pencanangan Desa TAPIS merupakan bagian dari pembinaan TP PKK Provinsi Lampung yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui program ini, keluarga, khususnya perempuan, didorong untuk mengembangkan potensi dan sumber daya di lingkungan sekitar sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga.

Di Desa Nibung, pembinaan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga dan masyarakat, mulai dari pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan, pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, kegiatan kelompok wanita tani (KWT), pelayanan Posyandu, hingga pembinaan keluarga dan literasi anak.

Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari yang akrab di sapa Batin Wulan mengatakan pencanangan Desa TAPIS menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga melalui pembinaan 10 Program Pokok PKK secara berkesinambungan.

“Kegiatan pencanangan Desa TAPIS merupakan satu wujud komitmen Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dalam upaya memperkuat peran keluarga melalui pembinaan yang berkesinambungan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK,” ujar Batin Wulan.

Menurutnya, penguatan peran keluarga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendukung ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi keluarga.

Hal tersebut terlihat saat Batin Wulan meninjau Kebun PKK Desa Nibung yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman, seperti tanaman obat keluarga (TOGA), singkong, daun bawang, cabai, dan tanaman lainnya.

Ia mengapresiasi kader PKK yang telah memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif. Selain pemanfaatan hasil tanaman, ia juga mendorong pengelolaan limbah agar dapat digunakan kembali sebagai pupuk atau kebutuhan lainnya.

BACA JUGA:  Ketua PMI Provinsi Lampung Serahkan Bantuan Kepada Warga Masyarakat Korban Bencana Alam Kampung Dadap Jajar

“Ini luar biasa, ibu-ibu sudah memanfaatkan lahan dengan menanam berbagai tanaman. Tidak hanya tanamannya yang dimanfaatkan, tetapi limbahnya juga bisa diolah kembali sehingga tidak terbuang,” katanya.

Pengembangan potensi lokal juga dilakukan melalui KWT Desa Nibung yang mengelola kebun dengan berbagai tanaman hortikultura. Dalam kunjungan tersebut, Batin Wulan turut memanen terong dan kacang panjang yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat maupun dijual sebagai tambahan pendapatan.

Selain lahan produktif, masyarakat Desa Nibung mengembangkan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah yang dikelola KWT. Sampah rumah tangga dipilah dan sebagian diolah menjadi berbagai kerajinan, seperti tas, pot bunga, piring, dan produk kreatif lainnya.

Upaya tersebut dinilai dapat menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Ini kreatif, luar biasa. Sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang berguna dan bernilai ekonomis, dan yang paling penting lingkungan menjadi bersih,” ujarnya.

KWT Desa Nibung juga aktif menyosialisasikan pemilahan sampah rumah tangga kepada masyarakat. Kebiasaan tersebut didorong untuk dimulai dari keluarga, khususnya dengan mengajak para ibu memilah sampah sejak dari rumah.

Penguatan keluarga juga dilakukan melalui pelayanan Posyandu yang ditinjau Batin Wulan selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Lampung. Dalam kegiatan tersebut, ia melihat pemeriksaan balita dan ibu serta pemberian bantuan gizi kepada keluarga penerima manfaat.

Ia mengingatkan orang tua untuk memastikan anak mendapatkan makanan sehat dan bergizi serta mengikuti pemeriksaan secara rutin sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting.

“Anak-anak harus mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi. Pemeriksaan juga harus dilakukan secara teratur agar kita bisa bersama-sama mengurangi stunting,” katanya.

BACA JUGA:  Semangat Ramadan, TP PKK dan DWP Provinsi Lampung Berbagi Takjil Meski Sempat Diguyur Hujan

Selain kesehatan, pembinaan keluarga dilakukan melalui kegiatan Pokja PKK. Materi yang diberikan mencakup pendampingan anak dalam menghadapi perkembangan era digital serta edukasi keluarga mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Batin Wulan berharap materi tersebut tidak hanya dipahami oleh kader, tetapi juga diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Tadi ibu-ibu sudah menerima berbagai materi. Insyaallah ilmu yang didapat bisa diterapkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai Bunda Literasi Lampung, Batin Wulan juga berinteraksi bersama anak-anak yang mengikuti kegiatan membaca. Ia mendorong keluarga dan masyarakat untuk terus membangun kebiasaan membaca sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah bantuan disalurkan untuk mendukung kegiatan masyarakat. TP PKK Provinsi Lampung memberikan 100 bibit cabai, dua oven masak, serta hibah Al-Qur’an untuk kader PKK, kelompok UP2K, dan masjid di Desa Nibung.

Bantuan juga diberikan melalui sejumlah perangkat daerah dan lembaga, antara lain 100 paket bingkisan dan makanan tambahan bagi balita, buku cerita rakyat Lampung, dua kursi roda dan dua alat bantu dengar, lima jamban sehat, serta 20 paket sembako bagi keluarga berisiko stunting. Baznas turut memberikan bantuan sembako dan beasiswa Hafiz Al-Qur’an.

Untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, diserahkan pula empat unit mesin jahit kepada penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi keluarga.

“Mudah-mudahan dengan bantuan mesin jahit ini ibu-ibu bisa semakin produktif dan mendapatkan pesanan yang lebih banyak,” ujarnya.

Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menyampaikan apresiasi atas pencanangan Desa TAPIS di Desa Nibung. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan daerah.

BACA JUGA:  Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi untuk Kebangkitan Ekonomi Kelautan dan Perikanan di Provinsi Lampung

“Pencanangan program Desa TAPIS ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Melalui sinergi lintas sektor, kita berharap dapat mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, serta mampu berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” ujar Azwar.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur siap mendukung pelaksanaan program tersebut dan berharap Desa Nibung dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, menurunkan stunting, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Menutup rangkaian kegiatan, Batin Wulan menegaskan bahwa pencanangan Desa TAPIS bukan menjadi akhir dari pembinaan, melainkan awal untuk terus melihat perkembangan dan memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pencanangan dan program pembinaan hari ini tidak berhenti sampai di sini. Akan ada monitoring berkelanjutan untuk melihat perkembangannya sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat desa,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah desa, kader PKK, kader Posyandu, perangkat daerah, serta masyarakat untuk terus menjaga sinergi dalam menjalankan program Desa TAPIS.

“Keberhasilan program PKK merupakan keberhasilan kita bersama. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi demi terwujudnya keluarga yang berkualitas, mandiri, dan sejahtera menuju Lampung Maju Indonesia Emas,” pungkasnya. (kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *