Kendal – Rangkaian kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Asep Kurnia, di Lapas Terbuka Kendal, Jumat (18/9), berlanjut dengan meninjau berbagai program pembinaan kemandirian yang dikembangkan secara terintegrasi.
Dari pengolahan pakan hingga peternakan, sejumlah program diperlihatkan secara langsung sebagai bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Dalam kunjungannya, Asep Kurnia meninjau pabrik pembuatan pakan ayam, budidaya ayam KUB, domba, sapi, dan bebek, serta melihat secara langsung proses breeding ayam KUB yang dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal.
Pada sektor breeding, Sekjen melihat rangkaian proses yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari telur yang dikumpulkan untuk ditetaskan menggunakan mesin penetas otomatis, kemudian berkembang menjadi DOC, hingga proses pemeliharaan ayam sampai dewasa.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Asep Kurnia berkesempatan memberikan pakan kepada ayam KUB menggunakan azolla hasil budidaya Lapas Terbuka Kendal. Pemanfaatan azolla sebagai pakan alternatif menunjukkan upaya Lapas dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sendiri.
Asep Kurnia mengapresiasi pola pembinaan yang mulai membangun keterkaitan antarsektor sehingga hasil dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lainnya.
“Saya melihat pembinaan di Lapas Terbuka Kendal sudah mulai terintegrasi. Tidak hanya memelihara ternak, tetapi juga bagaimana pakan diproduksi sendiri, azolla dibudidayakan dan dimanfaatkan, kemudian ada proses breeding dari telur sampai ayam dewasa. Pola seperti ini sangat baik karena hasil dari pembinaan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan lainnya,” ujar Asep Kurnia.
Menurutnya, pemanfaatan hasil pembinaan secara mandiri menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kegiatan yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, ketergantungan terhadap kebutuhan dari luar dapat ditekan sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan.
Kalapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menjelaskan bahwa pengembangan berbagai program peternakan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pembinaan yang saling terintegrasi.
“Kami berupaya agar program pembinaan di Lapas Terbuka Kendal tidak berjalan sendiri-sendiri. Hasil dari satu kegiatan dapat kami manfaatkan untuk mendukung kegiatan lainnya. Misalnya, azolla yang kami budidayakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan, sementara proses breeding ayam KUB kami kembangkan mulai dari penetasan telur, pembesaran DOC, hingga menjadi ayam dewasa,” jelas Nu’man Fauzi.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Terbuka Kendal dalam mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung pembinaan kemandirian. Integrasi antara budidaya tanaman, produksi pakan, dan peternakan menjadi upaya untuk menciptakan pola pembinaan yang produktif sekaligus berkelanjutan.

