Sekjen Kemenimipas Panen Jagung Bersama Jajaran di Lapas Terbuka Kendal

138 views

Kendal – Tak hanya meninjau, Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Asep Kurnia, turut turun langsung ke lahan pertanian Lapas Terbuka Kendal untuk mengikuti panen jagung, Jumat (18/09).

Asep Kurnia mengajak jajaran dan peserta magang untuk bersama-sama memanen jagung yang telah dibudidayakan di lahan pertanian Lapas Terbuka Kendal.

Suasana panen pun berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta magang yang sehari-hari mengikuti berbagai aktivitas di Lapas Terbuka Kendal turut turun ke lahan bersama jajaran. Sekjen Kemenimipas secara langsung memberikan contoh dengan ikut memetik jagung, sekaligus berinteraksi dengan para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

BACA JUGA:  Perkuat Kaloborasi Antar APH, Lapas Ampana Hadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80

Kalapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan keterlibatan langsung Sekjen Kemenimipas dalam kegiatan pertanian yang dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal.

“Bagi kami, kehadiran Bapak Sekjen dan keterlibatan langsung dalam panen menjadi dorongan yang sangat berarti. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian yang kami jalankan mendapat perhatian dan dukungan. Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang ada agar semakin produktif dan memberikan manfaat dalam mendukung ketahanan pangan,” ungkap Nu’man Fauzi.

Momen tersebut menjadi bagian dari kunjungan Asep Kurnia ke Lapas Terbuka Kendal sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan pembinaan kemandirian yang dikembangkan melalui sektor pertanian.

BACA JUGA:  Rutan Sukadana Perkuat Pembinaan Jasmani Guna Mendukung Kinerja Petugas dan Pembinaan Warga Binaan

“Panen hari ini adalah bukti bahwa lahan yang dikelola dengan baik dapat memberikan hasil yang nyata. Semangat seperti ini harus terus dijaga, karena pembinaan yang produktif akan memberikan manfaat bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat,” ujar Asep Kurnia.

Menurut Asep, kegiatan pertanian di lingkungan pemasyarakatan memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pembentukan keterampilan. Keterlibatan peserta magang dan jajaran dalam kegiatan panen juga menjadi pengalaman langsung untuk memahami proses kerja di bidang pertanian.

BACA JUGA:  Lapas Muara Tebo Gelar Tes Urine Bagi Pegawai dan Warga Binaan

Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan Karesidenan Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *