Pasarkan 3 Ton Pupuk Kohe Giling, Lapas Terbuka Kendal Perkuat Produktivitas Pembinaan Kemandirian

138 views

Kendal – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian dan pengolahan hasil peternakan. Kali ini, Lapas Terbuka Kendal berhasil memasarkan sebanyak 650 pax pupuk kohe (kotoran hewan) giling dengan total berat lebih dari 3 ton ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (21/09).

Pemasaran pupuk kohe giling tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan hasil peternakan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui pengolahan ini, limbah peternakan tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan dari program pembinaan kemandirian.

Staf Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Agus Trijayanto, menyampaikan bahwa pemasaran pupuk kohe giling ke Cilacap merupakan hasil dari kegiatan pengolahan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Bapas Kotabumi dan Pemkab Tubaba Teken Perjanjian Kerja Sama Perkuat Program Kerja Sosial Klien Pemasyarakatan

“Pemasaran sebanyak 650 pax pupuk kohe giling dengan berat lebih dari 3 ton ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil peternakan yang kami kembangkan. Kami berupaya agar produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah dari kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Lapas dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran pupuk kohe giling ini, kami ingin terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Lapas Terbuka Kendal. Selain mendukung produktivitas sektor pertanian dan peternakan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Nu’man Fauzi.

BACA JUGA:  Rutan Kelas IIB Menggala Gelar Pelaksanaan Sidang LITMAS

Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara sektor peternakan dan pertanian yang dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal. Pengolahan kohe menjadi pupuk dapat mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal sekaligus memperkuat keterpaduan kegiatan pembinaan berbasis agro.

Melalui pemasaran produk hingga ke Kabupaten Cilacap, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal terus berupaya memperluas pemanfaatan hasil kegiatan kerja serta meningkatkan keterampilan warga binaan melalui praktik kerja yang nyata.

BACA JUGA:  Perkuat Mitigasi Bencana, Rutan Sukadana Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran

Ke depan, pengembangan produk pupuk kohe giling diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga mampu mendukung program pembinaan kemandirian, meningkatkan produktivitas, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *