Pembinaan Kemandirian Bawa Dampak Positif, Program Ketahanan Pangan Lapas Cibinong Berhasil Panen 20 Kg Terong

129 views

Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif di sektor pertanian. Kali ini, warga binaan berhasil memanen sebanyak 20 kilogram terong yang dibudidayakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Cibinong, Kamis (05/11/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Cibinong dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalani kehidupan setelah bebas. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan, pemeliharaan hingga pemanenan.

Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan ketekunan. Dengan demikian, kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan lapas diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga binaan.

BACA JUGA:  Lapas Kelas IIB Muara Tebo Laksanakan Asesmen Rehabilitasi dan Re-Edukasi Warga Binaan

Kepala Subseksi Sarana Kerja Lapas Kelas IIA Cibinong mengatakan, kegiatan pertanian di SAE merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mengedepankan keterampilan dan pengalaman kerja secara langsung.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan warga binaan mendapatkan keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat. Pertanian menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara mandiri. Kami berharap pengalaman selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Lapas Kelas IIA Cibinong terhadap program ketahanan pangan nasional dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pemberdayaan warga binaan di sektor pertanian. Dengan demikian, pembinaan kemandirian tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga turut mendukung produktivitas pangan.

BACA JUGA:  Pos Bapas Menggala Wujudkan Layanan Pemasyarakatan yang Lebih Dekat Bagi Masyarakat

Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial (NA) mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti program budidaya pertanian tersebut. Menurutnya, keterlibatan dalam proses penanaman hingga panen memberikan pengalaman berharga sekaligus menumbuhkan motivasi untuk mempersiapkan masa depan.

“Dari kegiatan ini saya belajar bagaimana menanam dan merawat tanaman sampai menghasilkan buah yang bisa dipanen. Selain mendapatkan ilmu pertanian, saya juga belajar disiplin, sabar, dan bertanggung jawab. Harapannya, keterampilan ini bisa saya manfaatkan untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Lapas Kelas IIA Cibinong terus berupaya mengembangkan kegiatan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Pemanfaatan SAE sebagai sarana budidaya pertanian menjadi salah satu langkah dalam menciptakan program pembinaan yang aplikatif, sehingga ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi di masa mendatang.

BACA JUGA:  Jadi Tuan Rumah Lokakarya Nasional UI GreenMetric, ITERA Komitmen Jadi Kampus Berkelanjutan Dunia

Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Cibinong berkomitmen mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan dengan membekali mereka keterampilan, pengetahuan, dan sikap mandiri agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *