Prof Sarwono Sutikno Resmi Dilantik Sebagai Guru Besar Pertama Itera

523 views

Betiklampung.com, Lampung —

Setelah sebelumnya mengabdi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Sarwono Sutikno resmi dilantik sebagai guru besar pertama Institut Teknologi Sumatera (Itera) di bidang keamanan siber dan komputasi pervasif/hardware security pada, Sabtu (02/11). 

Dalam pidato orasi ilmiahnya, Prof. Sarwono menyampaikan tentang risiko positif dan negatif dari perkembangan perangkat keamanan di era digital. Komputasi pervasif, yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mempercepat proses otomatisasi namun juga membawa tantangan baru dalam keamanan siber. Menurut Prof. Sarwono, diperlukan standar internasional, seperti ISO/IEC 15408, untuk menjaga keamanan dan keandalan teknologi ini.

BACA JUGA:  Polisi Berhasil Bongkar Home Industri Sabu di Lampung Timur

Menurutnya, seluruh perangkat yang terhubung bisa menjadi pintu masuk bagi serangan siber. Kondisi itu menciptakan risiko signifikan terhadap privasi dan keamanan data oleh black hacker seperti pembajakan dan kelemahan data.

Orasi ilmiah Sarwono bertajuk risiko positif dan risiko negatif keamanan perangkat. “Dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks, perlu strategi komprehensif dan berlapis. Terapkan standar keamanan internasional ISO/IEC 15408,” ujar Sarwono.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi risiko sistematis dan mitigasi yang tepat. Penerapan standar keamanan IT komputasi pervasif dengan kerangka kerja ISO/IEC 23053:2022 menunjang kinerja perangkat lebih efisiensi dan terintegrasi.

BACA JUGA:  Kapolri Sebut Peran Tokoh Lintas Agama Bantu Percepatan Vaksinasi di Labuan Bajo

Selain internet of things (IoT), konsep itu tetapi juga menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat keputusan cerdas berdasarkan analisa big data.

Pemanfaatan perangkat komputasi pervasif menjadi katalis inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbagai sektor. Misalnya untuk pertanian pintar, sensor cerdas memantau kondisi tanah dan cuaca real time. Sistem mendukung pengelolaan pupuk dan air sehingga meningkatkan panen.

Rektor Itera, Prof. I Nyoman P. Aryantha, menjelaskan keberhasilan Prof. Sarwono menjadi guru besar dengan masa bakti hingga 70 tahun akan memperkuat daya dukung institusi. “Setelah beliau pindah ke Itera, kami langsung memproses jenjang karirnya sebagai guru besar, dan alhamdulillah berhasil. Hari ini, beliau telah menyampaikan orasi ilmiahnya,” ujar Prof. Nyoman.