Sambut Bulan Suci Dengan Ilmu dan Ketakwaan, Warga Binaan Rutan Kotabumi Gelar Pengajian Tausyiah

280 views

Betiklampung.com, Kotabumi —

Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nur Hidayah Rutan Kelas IIB Kotabumi, saat tahanan dan warga binaan mengikuti pengajian tausyiah agama yang diisi oleh para pemateri dari Kementerian Agama Lampung Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual bagi para warga binaan terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Pengajian yang berlangsung sejak pukul 10.15 hingga 11.30 WIB ini menghadirkan sejumlah ustadz dan ustadzah, di antaranya Yuli Marthaleta, S.Sos., Sumpeno, S.H., Merwan, S.Pd., Ahya Erdinan, S.H., Agustoni Usaman, S.Pd.I., serta Ahmad Hasan, S.H. Mereka menyampaikan berbagai materi keagamaan, mulai dari keutamaan menghadiri majelis ilmu, pentingnya berbakti kepada orang tua, hingga menjaga akhlak selama menjalankan ibadah puasa.

BACA JUGA:  Partai Golkar Lampung Konsolidasikan Dukungan Untuk Mirza Jihan Dalam Pemilihan Gubernur 2024

Petugas Pembimbingan Kemandirian Rutan Kelas IIB Kotabumi, Duwi Mardyanto, S.H., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam membentuk karakter WBP agar lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.

“Kami ingin para warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal keagamaan yang kuat. Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi mereka untuk memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kantor SAR Lampung Antisipasi Potensi Gempa Megathrust, Susun Rencana Kontingensi SAR

Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan ini turut mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya merasa senang bisa ikut pengajian ini. Selain menambah ilmu, saya juga lebih termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Mudah-mudahan setelah bebas nanti, saya bisa terus menjalankan ajaran agama dengan lebih baik,” tuturnya.

Kegiatan pengajian ini berlangsung dengan aman dan tertib, mencerminkan antusiasme WBP dalam menyambut bulan Ramadan dengan penuh ketakwaan. Diharapkan, pembinaan keagamaan seperti ini terus berlanjut agar para warga binaan memiliki bekal spiritual yang kuat ketika kembali ke masyarakat.