Betiklampung.com, Yogyakarta —
Berkat dukungan penuh dari Pertamina Patra Niaga. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Berlian Progo yang terletak di Desa Babakan RT 02 Pancasari Bantul Yogyakarta berhasil mengembangkan olahan tanaman kacang koro untuk menjadi cemilan sehat yang beromset jutaan rupiah per bulan.
Dengan pendampingan pelatihan serta bantuan alat dari Pertamina Patra Niaga, akhirnya UMKM Berlian Progo bisa menghasilkan berbagai jenis cemilan, mulai dari tempe koro, keripik tempe, tempe bacem frozen, tempe mentah, susu kacang koro, bakpia koro yang sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga sampai ke Korea.
Tim marketing UMKM Berlian Progo Ester menjelaskan tempe ternyata bukan hanya bisa dibuat dari kedelai, tapi juga bisa dari tanaman lain. Salah satunya adalah tanaman koro. Jenis yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia salah satu kelompok tani yang memanfaatkannya yaitu Kelompok Berlian Progo, Bantul, Yogyakarta.
Ia menjelaskan, program tempe koro menjadi salah satu program unggulan binaan Fuel Terminal Rewulu, yang telah mendapat penghargaan PROPER Emas pada 2023. “Kami mengambil keputusan antimainstream dan pada program Pertamina CSR memberikan pelatihan dan alat-alat. Ada 13 orang yang dapat bantuan,” ujar Ester saat kunjungan media Pertamina Sumbagsel pada, Rabu (5/11/2025).
Dengan pendampingan pelatihan dan bantuan alat dari Pertamina Patra Niaga diungkapkannya, akhirnya UMKM Berlian Progo bisa menghasilkan berbagai jenis cemilan, mulai dari tempe koro, keripik tempe, tempe bacem frozen, tempe mentah, susu kacang koro, bakpia koro dan lainnya.
Dari program CSR Pertamina diungkapkannya, akhirnya tradisi pengelolaan kacang koro kembali dijalani. Bahkan bibitnya yang bagus diambil dari UGM, dengan kerjasama bareng Pertamina. Bibitnya lalu diberikan secara gratis kepada petani, agar mempermudah mendapatkan panen kacang koro yang bagus.
Terpisah, Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto Wahyudi berkata, program CSR UMKM Berlian Progo tersebut sempat mendapatkan penghargaan Proper Emas 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup, dengan sukses dalam pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan nilai lebih dari suatu inovasi.
“Dukungan yang diberikan Pertamina yakni setiap kali membuat program 1-5 tahun berjalan. Program CSR tempe koro ini 5 tahun, ada target apa yang diberikan. Seperti pembangunan kapasitas, infrastruktur untuk mendukung produksi dan bisa memperluas pemasaran secara digitalisasi,” ujarnya.
Apalagi lokasi CSR tempe koro di Yogyakarta yang menjadi salah satu program unggulan Pertamina Jawa Tengah di wilayah hulu. Dia berharap program tersebut Bisa membantu untuk disebarluaskan agar bermanfaat untuk masyarakat luas di Indonesia. (*)

