Betiklampung.com, Bandarlampung —
Tempe, salah satu komoditas unggulan hasil karya warga binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Di area Kegiatan Kerja, warga binaan aktif mengolah kedelai menjadi tempe sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan lokal.
Dengan pendampingan intensif dari petugas tim giatja, Widianto, proses produksi tempe dilakukan secara higienis, terstandar, dan berkelanjutan. Yang membanggakan, tempe hasil olahan warga binaan ini sudah menembus pasar restoran di sekitar Rajabasa, membuktikan kualitasnya diterima masyarakat luas.
“Tempe ini bukan hanya untuk konsumsi internal, tapi juga menjadi bagian dari UMKM pemasyarakatan yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Widianto.
Langkah ini sejalan dengan Program Akselerasi #2 dan #3 Kemenimipas.
#2: Memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan.
#3: Penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
Dengan semangat “Pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat” Lapas Kelas I Bandar Lampung terus membuktikan bahwa di balik tembok Lapas, lahir karya yang bermanfaat, sehat dan layak jual.

