Cibinong — Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan berintegritas, sebanyak 10 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong mengikuti Uji Kompetensi (UKOM) Teknis Kenaikan Jenjang dan Perpindahan Jabatan Fungsional Pemasyarakatan (PDJL) secara virtual daring (Online) melalui aplikasi zoom bertempat di Ruang Sekretariat WBK-WBBM, Kamis (05/02).
Uji kompetensi ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan pengukuran terhadap kemampuan, keterampilan, serta pemahaman pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal. Pelaksanaan UKOM dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan metode Mobile Assisted Competence (MACT) dengan pengawasan langsung dari Kasubbag TU, Deni Tarmedi dan Kaur Kepegawaian dan Keuangan, Yeni Fitriyanti.
Materi yang diujikan mencakup substansi jabatan fungsional pemasyarakatan, serta kemampuan teknis dalam pelayanan, pembinaan, dan pengamanan warga binaan pemasyarakatan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan dan semangat, menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa uji kompetensi ini merupakan langkah strategis dalam mencetak aparatur pemasyarakatan yang handal, profesional, dan berintegritas.
“Pegawai pemasyarakatan dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. Melalui uji kompetensi ini, kami memastikan setiap pegawai memiliki standar kemampuan yang mumpuni, sehingga pelayanan kepada masyarakat serta pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Salah satu peserta UKOM, Wahyu, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk pengembangan kapasitas dan kualitas diri sebagai aparatur negara.
“Uji kompetensi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Dengan penguasaan materi dan keterampilan yang lebih baik, kami dapat bekerja lebih efektif, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun warga binaan,” tuturnya.
Selain sebagai sarana evaluasi kompetensi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang disiplin, akuntabel, serta menjunjung tinggi etika profesi di lingkungan Lapas. Pegawai diharapkan semakin peka terhadap dinamika tugas pemasyarakatan dan mampu memperkokoh semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Melalui pelaksanaan uji kompetensi ini, Lapas Cibinong optimistis dapat terus mewujudkan aparatur pemasyarakatan yang profesional, andal, dan siap mendukung terwujudnya tata kelola lembaga pemasyarakatan yang semakin baik.

