KPw BI Provinsi Lampung Gelar LaSEF 2026 untuk Dukung Sektor Riil dan Kemandirian Umat Bandar Lampung

144 views

Lampung — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung menyelenggarakan Opening Ceremony Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Tahun 2026 pada Jum’at, 8 Mei 2026 di Lampung City Mall. Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai pilar pendukung pertumbuhan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan langkah strategis Bank Indonesia untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, dan melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.

Adapun, LaSEF 2026 bertumpu pada tiga program utama yakni:

1. Perluasan Implementasi Halal Value Chain: Melalui Halal Mart, Pameran UMKM, serta pelatihan kapasitas melalui Sertifikasi Halal dan Juru Sembelih Halal (JULEHA)

BACA JUGA:  BRI Kanca Teluk Betung Gandeng Kejari Bandar Lampung Wujud Komitmen Perkuat Kepatuhan Hukum Perbankan

2. Optimalisasi Pembiayaan Syariah: Melalui Business Matching pembiayaan serta edukasi pengelolaan Zakat dan Wakaf Produktif di era digital

3. Penguatan Literasi dan Halal Lifestyle: Menghadirkan Tabligh Akbar,berbagai sesi Talkshow edukatif (termasuk filantropi digital dan investasi syariah), serta 5 kompetisi besar (Halal Chef, Nasyid, Dakwah, Barista, dan Sharia Economic Battle).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi dari Bank Indonesia dalam jaga stabilitas perekonomian serta pendampingan investasi di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota. Di tengah tantangan iklim El Nino Godzilla pada triwulan II 2026.

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik inisiatif Wakaf Sumur Produktif yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Lampung bekerjasama degan Dompet Dhuafa. “Satu sumur membawa ribuan keberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang tidak berhenti mengalir, sekaligus solusi konkret menjaga produktivitas petani kita,” tegas Mulyadi.

BACA JUGA:  Kalapas Kelas I Bandar Lampung Beri Arahan Kepada Jajaran Pengamanan Guna Perketat Pengawasan dan Wujudkan Lapas Bebas Dari Halinar

Lebih lanjut, sektor ekonomi syariah diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian Lampung yang pada Triwulan I 2026 mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 5,58% (yoy). Dengan populasi 9,4 juta penduduk di mana mayoritas merupakan Muslim, Lampung memiliki potensi besar untuk mentransformasi ekonomi umat dari basis konsumsi menuju kemandirian produksi.

Pemanfaatan jaringan lebih dari 1.000 pondok pesantren dan penguatan sektor riil seperti industri pengolahan daging (RPH) menjadi peluang bagi Lampung untuk menembus pasar halal global, sebagaimana keberhasilan Thailand.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pilar-pilar dalam LaSEF 2026 menjawab langsung target prioritas daerah dalam RPJMD, mencakup akselerasi sertifikasi halal, peningkatan proporsi aset perbankan syariah terhadap PDRB, serta penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN).

BACA JUGA:  Polda Lampung Berhasil Ungkap Empat Jaringan Besar Narkoba

Melalui sinergi ini, diharapkan ekosistem ekonomi syariah di Lampung tidak hanya menjadi label, namun menjadi kekuatan nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *