Perkuat P4GN dan Wujudkan Zero Halinar, Kalapas Makassar Dampingi Kakanwil Ditjenpas Sulsel Audiensi dengan Kepala BNN Sulawesi Selatan

153 views

Makassar – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melaksanakan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (7/7).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BNN Provinsi Sulawesi Selatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna dukung keberhasilan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mewujudkan Lapas dan Rutan yang bersih dari narkotika.

BACA JUGA:  Pastikan Keamanan Maksimal, Petugas Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar Lakukan Perawatan Gembok

Audiensi dihadiri oleh Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas penguatan kerja sama dalam pelaksanaan Program P4GN melalui berbagai langkah strategis, mulai dari pencegahan penyalahgunaan narkotika, peningkatan pengawasan terhadap potensi peredaran gelap narkotika di dalam Lapas dan Rutan.

BACA JUGA:  Kalapas Mukhlisin Fardi Hadiri Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-80

“Pertukaran informasi, pelaksanaan operasi bersama, hingga peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat sistem deteksi dini sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tuturnya.

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung jajaran Pemasyarakatan melalui penguatan koordinasi, pelaksanaan tes urine, edukasi dan sosialisasi bahaya narkotika, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kegiatan intelijen dan pemberantasan jaringan narkotika yang melibatkan warga binaan maupun pihak eksternal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *