Pacu Semangat Warga Binaan, Lapas Cibinong Tumbuhkan Motivasi Baru Melalui Pembinaan Kepramukaan

153 views

CIBINONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus memperkuat program pembinaan kepramukaan sebagai salah satu sarana pembentukan karakter warga binaan yang menjadi media pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, Selasa (21/7/2026).

Pembinaan kepramukaan di Lapas Cibinong dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan melalui berbagai materi dan praktik kepramukaan. Dalam setiap pelaksanaannya, warga binaan mendapatkan pendampingan langsung dari Kakak Pembina Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, yang memberikan pembelajaran mengenai dasar-dasar kepramukaan, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), tali-temali, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga penguatan karakter sesuai nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka.

Kolaborasi dengan Kwarcab Kabupaten Bogor menjadi bagian penting dalam memastikan pembinaan kepramukaan berjalan secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, para pembina tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan kepramukaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya sikap disiplin, rasa percaya diri, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.

BACA JUGA:  Perketat Pengamanan, Petugas Lapas Brebes Geledah Rutin Kendaraan dengan Sarana Keamanan Pencegahan Inspection Mirror

Kasi Binadik Lapas Cibinong menyampaikan bahwa pembinaan kepramukaan merupakan salah satu strategi pembinaan kepribadian yang efektif dalam mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan karakter yang lebih baik.

“Kami berharap pembinaan kepramukaan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan karakter yang positif. Dengan dukungan dan pendampingan dari Kakak Pembina Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, kami optimistis nilai-nilai kepramukaan dapat tertanam dengan baik sehingga menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih produktif, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan identitas peserta, Lapas Cibinong menyerahkan seragam Pramuka kepada warga binaan yang aktif mengikuti program tersebut. Seragam ini diharapkan menjadi simbol komitmen, kedisiplinan, dan semangat untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

BACA JUGA:  Kalapas Ampana Gandeng Pimpinan Muhammadiyah Tojo Una-Una Laksanakan Penandatanganan PKS Program Pendidikam Paket A, B dan C Bagi Warga Binaan

Salah seorang warga binaan Beriinisial (PR) mengaku merasakan banyak manfaat dari kegiatan yang diikutinya. Menurutnya, pembinaan Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga mengubah cara berpikir dan sikap dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Saya merasa lebih disiplin, lebih bertanggung jawab, dan belajar bekerja sama dengan teman-teman. Kakak Pembina dari Kwarcab Kabupaten Bogor memberikan banyak pelajaran yang memotivasi kami untuk terus memperbaiki diri. Dengan menerima baju Pramuka ini, saya semakin bangga dan termotivasi untuk mengikuti setiap kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh. Saya berharap ketika bebas nanti, nilai-nilai yang saya pelajari di sini bisa saya terapkan di tengah masyarakat,” ungkap salah seorang warga binaan.

Dengan mengenakan baju Pramuka, warga binaan diharapkan semakin menghayati nilai-nilai kepramukaan dalam setiap kegiatan yang diikuti. Seragam tersebut bukan hanya menjadi identitas, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

BACA JUGA:  Gelar Apel Pagi, Karutan Sukadana Tegaskan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Dalam Pelaksanaan Tugas

Melalui penguatan pembinaan kepramukaan yang didukung oleh sinergi bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Lapas Cibinong terus berupaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, sehingga warga binaan memiliki bekal karakter, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan yang positif sebagai modal untuk kembali berperan aktif di tengah keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *