Jaga Kebugaran, Warga Binaan Lapas Ampana Gelar Senam Pagi Bersama

145 views

Ampana – Menjaga kesehatan sekaligus membangun semangat positif menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Hal tersebut diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana melalui pelaksanaan senam Jumat pagi yang diikuti warga binaan di lapangan dalam Lapas, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun suasana pembinaan yang sehat dan produktif di lingkungan pemasyarakatan. Ratusan warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias di bawah pengawasan jajaran petugas Lapas.

Senam dipandu oleh tiga orang warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan sebagai instruktur, terdiri atas dua warga binaan perempuan dan satu warga binaan laki-laki. Dalam kegiatan tersebut, Kasubsi Bimker Nurbiana turut bertindak sebagai pembina kegiatan dan memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selama hampir satu jam, para instruktur mengarahkan berbagai gerakan senam yang diikuti secara bersama-sama oleh warga binaan. Suasana lapangan tampak semarak dengan antusiasme peserta yang mengikuti setiap gerakan. Keterlibatan warga binaan sebagai instruktur juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan, kepercayaan diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

BACA JUGA:  Wujud Kepedulian Sosial, Kakanwil bersama Kalapas Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Di sela kegiatan, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Finley Edward Ruindungan turut memberikan penguatan kepada warga binaan mengenai hak dan kewajiban selama menjalani masa pidana.

Ia mengingatkan bahwa warga binaan memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, memperoleh perawatan jasmani dan rohani, pendidikan, pelayanan kesehatan, makanan yang bergizi, bantuan hukum, serta menyampaikan keluhan kepada petugas melalui mekanisme yang tersedia.

“Pemenuhan hak warga binaan merupakan bagian dari pelayanan pemasyarakatan. Namun, di sisi lain, setiap warga binaan juga memiliki kewajiban untuk menaati seluruh tata tertib dan ketentuan yang berlaku selama berada di dalam Lapas,” ujar Finley.

Ia juga menegaskan bahwa larangan membawa, menyimpan, maupun menggunakan telepon seluler (handphone) di dalam Lapas merupakan ketentuan yang harus dipatuhi dan tidak dapat ditawar.

Menurutnya, keberadaan handphone secara ilegal di dalam Lapas dapat membuka celah terjadinya berbagai gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk potensi komunikasi dengan jaringan peredaran narkotika, munculnya pelanggaran lain yang dapat berdampak pada pencabutan hak-hak tertentu bagi warga binaan, hingga risiko pelarian.

BACA JUGA:  Lancar dan Tertib, Pelaksanaan SKB Psikotes CPNS Kemenkumham Lampung Resmi Berakhir

“Jangan menyimpan dan menggunakan handphone di dalam Lapas. Apabila ditemukan pelanggaran, akan ditindak dan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat berbeda, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi kepada jajaran yang secara konsisten melaksanakan kegiatan olahraga bagi warga binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan yang memiliki manfaat langsung terhadap kebugaran dan kondisi psikologis warga binaan.

Febriansyah juga mengapresiasi jajaran pengamanan yang secara berkesinambungan memberikan edukasi dan penguatan kepada warga binaan terkait larangan penggunaan handphone maupun penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan Lapas.

“Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek keterampilan, tetapi juga bagaimana warga binaan memiliki pola hidup yang sehat, disiplin, serta memahami dan menaati aturan. Penguatan terkait larangan handphone dan narkotika harus terus disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban Lapas,” ungkap Febriansyah.

BACA JUGA:  39 Narapidana High Risk Lapas Kelas I Makassar Dipindahkan ke Nusakambangan

Pelaksanaan senam Jumat pagi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Antusiasme warga binaan menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang positif untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga kondisi fisik selama menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Ampana terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang seimbang antara pemenuhan kebutuhan jasmani, penguatan mental, kedisiplinan, serta penciptaan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.

Ke depan, kegiatan olahraga dan pembinaan positif lainnya akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Lapas Ampana dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung proses perubahan perilaku warga binaan agar lebih sehat, disiplin, produktif, dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *