Launching CIRCUPAS SATU, Lapas Cibinong Bangun Ekosistem Pembinaan Kemandirian Warga Binaan yang Terintegrasi

251 views

Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong melaksanakan peluncuran CircuPAS (Circular Pemasyarakatan) di Lapangan Tenis Lapas Cibinong, Jumat (21/8/2026). Inovasi ini menjadi langkah Lapas Cibinong dalam mengembangkan pengelolaan sumber daya berbasis ekonomi sirkular sekaligus mendukung pemberdayaan Warga Binaan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Plt. Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Staf Ahli Bidang Reformasi dan Birokrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Komandan Lanud Atang Sendjaja, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, serta Kepala UPT Pemasyarakatan wilayah Bogor Raya, Bekasi, dan Tangerang.

CircuPAS merupakan inovasi pengelolaan sumber daya di Lapas Cibinong yang menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah, khususnya sampah organik, menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. Pengelolaan tersebut dilakukan melalui pemberdayaan Warga Binaan sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian.

BACA JUGA:  Lapas Cibinong Beri Kemudahan Bagi Warga Binaan Melalui Inovasi Saung KAHIJI untuk Cek Remisi dan Tanggal Bebas

Inovasi CircuPAS juga merupakan gagasan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan X Tahun 2026. Melalui inovasi tersebut, pengelolaan sumber daya di lingkungan Lapas diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, pembinaan, maupun peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“CircuPAS kami hadirkan sebagai bentuk nyata bagaimana lingkungan Pemasyarakatan dapat menjadi ruang untuk berinovasi dan menciptakan nilai dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Kami ingin pengelolaan sumber daya ini tidak berhenti pada persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan dan menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Kalapas.

Selain peluncuran CircuPAS, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian sejumlah fasilitas di Lapas Cibinong, yakni Peternakan Kambing Perah, Cibiku Cafe and Bakery, Gereja Oikumene Terang Dunia, serta Lapangan Tenis Indoor.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Ampana Tegaskan Komitmen Ciptakan Suasana Pembinaan yang Humanis dan Kondusif

Berbagai fasilitas tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus mendukung program pembinaan Warga Binaan, baik dalam aspek kemandirian, kepribadian, maupun olahraga. Pengembangan fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih produktif dan humanis.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dikembangkan Lapas Cibinong. Menurutnya, pengembangan CircuPAS dan sejumlah fasilitas tersebut menunjukkan bahwa satuan kerja Pemasyarakatan terus berupaya menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

“Saya mengapresiasi Lapas Cibinong yang terus melahirkan inovasi dan mengembangkan berbagai fasilitas yang memiliki manfaat, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat. CircuPAS menjadi contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang mendukung pembinaan kemandirian,” ujar Yudi.

Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Inovasi yang sudah dibangun harus terus dijaga, dikembangkan, dan memberikan manfaat secara nyata. Kami berharap apa yang dilakukan Lapas Cibinong dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja Pemasyarakatan lainnya,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat Digelar di Pringsewu

Melalui peluncuran CircuPAS dan peresmian berbagai fasilitas tersebut, Lapas Cibinong terus memperkuat perannya sebagai institusi Pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong Warga Binaan untuk memiliki keterampilan dan kemandirian sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *