Lapas Terbuka Kendal Berbagi Pengetahuan Budidaya Magot dengan Karang Taruna Desa Penyangkringan

137 views

Kendal — Lapas Terbuka Kendal kembali membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan budidaya magot. Kali ini, Karang Taruna Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri melakukan kunjungan studi tiru untuk mempelajari secara langsung budidaya magot yang dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal, Jum’at (02/10).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi praktik baik dalam pemanfaatan limbah organik sekaligus pengembangan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi. Karang Taruna Desa Penyangkringan diketahui tengah merintis budidaya magot dengan memanfaatkan sisa limbah organik yang berasal dari masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan tersebut, para anggota Karang Taruna mendapatkan penjelasan mengenai proses budidaya magot, termasuk pemanfaatan sampah organik sebagai pakan. Mereka juga berkesempatan berdiskusi dan melihat secara langsung proses pengelolaan budidaya magot di Lapas Terbuka Kendal.

BACA JUGA:  Lapas Makassar Gelar Kerja Bakti Semarakkan HUT Ke-81 RI

Staff Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal, Fajar Arviyanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan berbagi pengalaman seperti ini menjadi bagian dari upaya Lapas untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik teman-teman dari Karang Taruna Desa Penyangkringan yang datang untuk belajar budidaya magot. Apa yang kami lakukan di sini tentu masih terus dikembangkan, dan kami terbuka untuk berbagi pengalaman, terutama dalam pemanfaatan sampah organik sebagai pakan magot,” ujar Fajar.

Fajar menjelaskan, budidaya magot memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif dalam mengelola sampah organik. Sisa makanan dan limbah organik yang selama ini berakhir menjadi sampah dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari siklus budidaya magot.

BACA JUGA:  Beri Kesan Mendalam Bagi Warga Binaan, Pesantren Kilat Bulan Ramadhan Rutan Sukadana Resmi Ditutup

Sementara itu, Agyng, salah satu anggota Karang Taruna Desa Penyangkringan, mengungkapkan bahwa kunjungan ke Lapas Terbuka Kendal memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pihaknya yang sedang memulai budidaya magot.

“Kami masih merintis budidaya magot di desa. Di sini kami bisa melihat langsung bagaimana prosesnya dan mendapatkan banyak pengetahuan yang sebelumnya belum kami pahami. Ini sangat membantu kami untuk mengembangkan budidaya magot di desa,” ungkap Bayu.

Menurut Bayu, Karang Taruna Desa Penyangkringan berupaya mengembangkan budidaya magot dengan memanfaatkan sisa sampah organik dari masyarakat sekitar.

Pemanfaatan limbah organik melalui budidaya magot diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Makassar Serahkan 50 Paket Sembako Kepada Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Lapas Terbuka Kendal berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan kegiatan produktif dan pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *