Betiklampung.com, Gunung Sugih —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih kembali mencatat keberhasilan dalam program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan dengan sukses menggelar panen ayam kampung. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Lapas Gunung Sugih, Mastur serta didampingi Kasubsi Kegiatan Kerja, Ahmad Syahferi dan staf di tempat peternakan ayam Kegiatan Kerja Lapas Gunung Sugih, Sabtu (08/03).
“Peternakan ayam ini merupakan bagian dari upaya Lapas Gunung Sugih dalam mendukung 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan.
Keberhasilan panen ini tidak hanya menjadi bukti efektivitas program pembinaan kemandirian, tetapi juga mempertegas komitmen Lapas dalam mencetak individu yang lebih mandiri dan siap kembali di tengah masyarakat,” jelas Mastur.
“Alhamdulillah setelah kurang lebih 65 hari proses peternakan, ayam kampung berhasil dipanen kembali. Hari ini Lapas Gunung Sugih memanen sebanyak 52 ekor yang beratnya sebanyak 54,56 kg. Setelah dipanen, ayam kampung akan dipasarkan sebagai langkah awal pelatihan kewirausahaan. Pedagang dari luar mendatangi Lapas unutk membeli ayam, kemudian akan dipasarkan di luar Lapas,” ujar Mastur.
“Dalam pelaksanaan program ini, para WBP dilibatkan langsung dalam seluruh proses peternakan, mulai dari pengelolaan kandang, pemberian pakan, hingga pemantauan kesehatan ternak. Semua kegiatan dilakukan di bawah pengawasan petugas lapas,” tambahnya.
“Lapas Gunung Sugih berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan guna mendukung rehabilitasi dan reintegrasi sosial WBP. Kami berharap para WBP mendapatkan pengalaman nyata dalam bidang peternakan serta memahami dasar-dasar bisnis di sektor tersebut. Ini sebagai langkah nyata dalam mencetak warga binaan yang lebih mandiri dan siap berkontribusi di masyarakat setelah bebas nanti,” tutur Mastur.

