Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah Lepas Ekspor Perdana Kerajinan Warga Binaan Lapas Sragen ke Pasar Amerika dan Eropa

366 views

Betiklampung.com, Sragen —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas Ila Sragen kembali mencatatkan prestasi luar biasa dengan melakukan ekspor perdana kerajinan tangan hasil karya warga binaan ke pasar Amerika dan Eropa yang dilepaskan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Sabtu (22/3).

Kegiatan pelepasan ekspor ini juga dihadiri oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Owner PT. Chewy Louis Group, seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Surakarta, serta jajaran Forkopimda Sragen.

Acara pemberangkatan ekspor ini ditandai dengan simbol pemecahan kendi yang dilakukan bersama oleh Kunrat Kasmiri dan Sigit Pamungkas. Upacara simbolis ini menggambarkan keberhasilan Lapas Sragen dalam membawa karya warga binaan ke pasar internasional, sekaligus sebagai awal dari kolaborasi yang lebih besar dalam dunia industri kerajinan tangan.

BACA JUGA:  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Gelar Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kerja Produksi di Lapas Kelas IIB Gunung Sugih

Kakanwil Dirjenpas Jateng, Kunrat Kasmiri menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap langkah Lapas Sragen. Ia beharap PT. Chewy Louis Group dapat bekerjasama dengan kantor wilayah untuk memperluas kesempatan bagi pembinaan keterampilan warga binaan di seluruh Lapas dan Rutan yang berada di wilayah Jawa Tengah.

“Ini adalah langkah yang sangat positif. Saya berharap PT. Chewy Louis Group dapat menjalin kerjasama dengan lebih banyak lapas dan rutan di Jawa Tengah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi warga binaan mengembangkan keterampilan mereka,” ujar Kunrat Kasmiri dalam sambutannya.

BACA JUGA:  Pengesahan Koperasi Merah Putih di Bangka Belitung Telah Capai 96 Persen

Bupati Sragen Sigit Pamungkas juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Lapas Sragen atas pencapaiannya. Menurutnya, Lapas Sragen telah menjadi pionir dalam pembentukan karakter bagi warga binaan melalui pembekalan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Sigit Pamungkas berharap, keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia.