Betiklampung.com, Lampung –
Ketua Puskopdit Caraka Utama, Andreas Muhi Pukai, menyampaikan bahwa pelaksanaan rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) INKOPDIT Tahun Buku 2024 yang dipusatkan di Bandarlampung bukan tanpa alasan. Acara ini menjadi bagian penting dari penguatan gerakan koperasi kredit nasional sekaligus forum pembelajaran kolektif antar anggota koperasi dari seluruh Indonesia.
“Kenapa di Lampung? Ini sudah lama jadi kandidat lokasi, tapi baru tahun ini fasilitas hotel dan ruang kelasnya memadai untuk menampung sekitar 600 peserta dari seluruh Indonesia. Hotel-hotel di sini kini punya ballroom dan ruang kelas terpisah yang sesuai dengan kebutuhan kami,” ujar Andreas di sela pembukaan acara.
Menurutnya, rangkaian kegiatan di Lampung kali ini mencakup seminar nasional, workshop, break session, hingga kunjungan lapangan ke delapan koperasi primer di Lampung. Seluruh kegiatan dirancang untuk membekali peserta dengan praktik dan wawasan baru.
“Pesertanya berasal dari koperasi primer dan Puskopdit di seluruh Indonesia, meliputi pengurus, pengawas, dan manajemen. Masing-masing diutus koperasinya. Hanya dua perwakilan dari tiap Puskopdit yang ikut RATNAS, sisanya mengikuti forum pembelajaran seperti seminar, workshop, dan kunjungan lapangan,” jelas Andreas.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan ajang berbagi pengalaman antarkoperasi, baik dalam hal pengelolaan, pemecahan masalah, hingga inovasi pelayanan. INKOPDIT juga menghadirkan narasumber berkualitas dari tingkat nasional hingga internasional, termasuk pembicara dari Kanada dan Jepang.
“Break session dibagi tiga kelas, kelas pengurus, manajemen, dan anak muda. Setiap utusan dari koperasi disebar ke kelas-kelas ini. Harapannya, mereka kembali membawa materi untuk dibahas dan diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Setelah break session, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke delapan koperasi primer di Provinsi Lampung untuk melihat langsung praktik koperasi yang berjalan. Selain itu, peserta juga diajak berwisata dan berbelanja sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.
Andreas menekankan pentingnya kesadaran bahwa seluruh biaya keikutsertaan ditanggung oleh koperasi masing-masing, bukan biaya pribadi peserta. Hal ini, katanya, menjadi pengingat moral agar setiap peserta mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
“Pesan moralnya jelas. Anda tidur di hotel bagus, makan enak, terbang ke sini, tapi itu semua dari uang koperasi. Dan uang koperasi itu milik rakyat kecil. Maka jangan sia-siakan kepercayaan itu hanya untuk jalan-jalan,” tegasnya.
Di akhir, Andreas menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat solidaritas antaranggota koperasi kredit di Indonesia. Melalui saling mengenal, berbagi empati, dan belajar bersama, semangat “Anda susah saya bantu, saya susah Anda bantu” bisa terus ditumbuhkan.

