Rutan Sukadana Tingkatkan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Nasrani Melalui Kegiatan Kerohanian

255 views

Betiklampung.com, Sukadana —

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk kepribadian warga binaan melalui kegiatan pembinaan kerohanian. Kali ini, pembinaan ditujukan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani dengan menghadirkan dukungan pendeta dan penyuluh dari Yestoya “Ministry” Way Jepara pada Kamis (16/10).

Kegiatan yang dipusatkan di Gereja Oikumene Rutan Sukadana ini berlangsung penuh kekhidmatan. Rangkaian acara diisi dengan pujian rohani, khotbah, dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, para WBP Kristen diajak untuk memperdalam iman, menumbuhkan harapan, serta meneguhkan semangat hidup positif di tengah proses pembinaan.

BACA JUGA:  Identifikasi Dini Penyakit TBC pada Warga Binaan, Lapas Kotaagung Adakan Skrining Menggunakan X-Ray

Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Farizal Antony, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Pembinaan kerohanian ini sangat penting karena tidak hanya menumbuhkan ketenangan batin, tetapi juga membentuk karakter positif bagi warga binaan. Dengan dukungan para pendeta, organisasi wanita Kristen, dan penyuluh agama, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Karutan.

BACA JUGA:  Bakamla RI Uji Fungsi Senjata Meriam 30 MM

Lebih lanjut, Karutan menegaskan bahwa kegiatan kerohanian semacam ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi merupakan bagian dari strategi pembinaan moral, mental, dan spiritual yang berkelanjutan. Melalui pendekatan keagamaan, warga binaan diharapkan mampu menemukan kedamaian hati, mengurangi rasa keterasingan, serta menumbuhkan tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.

Dengan demikian, pembinaan kerohanian di Rutan Sukadana tidak hanya berperan sebagai sarana peningkatan iman, melainkan juga sebagai pondasi sosial dan moral bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.