Sukadana — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas serta Warga Binaan dalam penanganan awal kebakaran serta penggunaan alat pemadam api secara benar dan aman, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sukadana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran, Jum’at (10/07).
Kegiatan diikuti oleh Pejabat Sturuktural, petugas dan warga binaan. Partisipasi aktif seluruh pihak ini menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi risiko kebakaran sekaligus meningkatkan pemahaman seluruh penghuni rutan terhadap prosedur penanggulangan keadaan darurat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh tim BPBD Kabupaten Lampung Timur mengenai penyebab terjadinya kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta pengenalan jenis dan fungsi Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik penggunaan APAR yang benar agar mampu melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan APAR. Dalam simulasi tersebut, petugas dan warga binaan diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung cara memadamkan api menggunakan APAR di bawah pendampingan instruktur BPBD.
Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Mohammad Jawad Cirry, menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap potensi bencana merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan Rutan.
“Kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat harus dimiliki oleh seluruh petugas maupun warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta memahami langkah-langkah penanganan awal kebakaran sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan sesuai prosedur apabila menghadapi situasi darurat,” ujar Jawad.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan BPBD Kabupaten Lampung Timur menjadi wujud kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat mitigasi bencana di lingkungan Rutan Sukadana. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan satuan kerja yang aman, tertib, dan tangguh terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana.
Melalui sosialisasi dan simulasi ini, petugas dan Warga Binaan diharapkan semakin siap menghadapi kondisi darurat serta mampu menerapkan langkah-langkah penanganan awal kebakaran secara cepat, tepat, dan aman guna mendukung terciptanya lingkungan Rutan yang aman dan tanggap terhadap bencana.

