Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bangun Ekonomi Hijau Bersama PKK Lewat Program Kebun Hidroponik Bertajuk KAMI PENTING

252 views

Betiklampung.com, Pangkalpinang —

Di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan sehat di perkotaan, sebuah lahan terbengkalai di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang, kini menjelma menjadi kebun hidroponik produktif berkat dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam.

Sejak 2023, Pertamina bersama kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk KAMI PENTING (Kampung Iklim Pengentasan Stunting). Inisiatif hijau ini menghadirkan dampak ganda yaitu memulihkan lingkungan dan perkuat kemandirian pangan keluarga.

Di balik transformasi ini, terdapat sosok inspiratif bernama Yuriska Sari, Ketua PKK Kelurahan Lontong Pancur. Dengan semangat tinggi, ia memimpin 30 ibu rumah tangga menanam selada, sawi, pakcoy, cabai, dan tomat secara hidroponik, serta beternak lele dalam ember tertutup. Lokasi yang dulunya tempat pembuangan sampah kecil, kini menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga.

BACA JUGA:  Pimpin Upacara, Mayor Inf H.G Sinaga : Wujud Nyata Kecintaan Prajurit dan PNS Kodim 0410/KBL Kepada NKRI

“Awalnya lahan ini terbengkalai dan jadi tempat pembuangan sampah kecil. Sekarang, berkat dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, warga bisa melihat sendiri hasilnya, lingkungan menjadi hijau, bersih, dan menghasilkan sayur sehat yang bisa dikonsumsi atau dijual,” tutur Bu Yuriska dengan senyum bangga.

Kini, kebun hidroponik tersebut mampu menghasilkan sekitar 18 kilogram sayuran segar setiap bulan. Sebagian panen dijual ke warga dan dipasarkan melalui media sosial, memberikan tambahan penghasilan sekitar Rp600 ribu per bulan bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Kegiatan ini tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga.

Sebagian hasil panen, termasuk lele, diolah menjadi bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak dan lansia di posyandu sekitar. Yuliana, kader posyandu yang turut mengelola kegiatan PMT, melihat langsung manfaatnya bagi warga.

BACA JUGA:  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Ikuti Retreat Kepala Daerah di Magelang

“PMT olahan lelenya sangat enak dan bebas MSG. Anak-anak dan ibu-ibu posyandu jadi senang karena makanan tambahan sekarang berasal dari hasil panen sendiri, bukan produk kemasan. Ini jauh lebih sehat dan segar,” ujar Yuliana dengan antusias.

Kesuksesan ini memicu antusiasme warga lain untuk meniru konsep kebun hidroponik di lahan sempit masing-masing. Pertamina bersama PKK juga rutin mengadakan pelatihan teknik hidroponik dan pengelolaan hasil panen bernilai jual, memperluas dampak positif program.

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, inisiatif KAMI PENTING menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan.

“Program ini adalah wujud TJSL yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mandiri pangan,” ujar Rusminto.

BACA JUGA:  Jalin Kerjasama Dengan Politeknik Negeri Lampung, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandarlampung Dibekali Ilmu Pertanian Hidroponik

Program KAMI PENTING sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, dan inovasi hijau di tingkat komunitas, program ini membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari aksi lokal yang berkelanjutan.