Karutan Tri Wahyu Santosa Didampingi Ka KPR Beserta Jajaran Rutan Bandar Lampung Lakukan Anjangsana untuk Redam Potensi Gangguan Kamtib

140 views

Lampung — Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa gelar kegiatan anjangsana langsung ke blok hunian warga binaan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan berjalan optimal pada, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung humanis namun tetap tegas ini difokuskan pada pengarahan kembali terkait program integrasi dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Dalam pengarahannya, Karutan Tri Wahyu Santosa tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat struktural inti, di antaranya Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Brivsan Kartadilaga, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Ari Julio, serta Kepala Sub Seksi Administrasi dan Perawatan Novo Firnando. Sejumlah staf dan anggota jaga juga turut mengawal jalannya kegiatan guna memastikan situasi tetap kondusif.

BACA JUGA:  Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah Lepas Ekspor Perdana Kerajinan Warga Binaan Lapas Sragen ke Pasar Amerika dan Eropa

Di hadapan para warga binaan, Tri Wahyu Santosa menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan mematuhi segala regulasi yang berlaku di dalam Rutan. Beliau mengingatkan bahwa kondusifitas lingkungan adalah kunci utama agar seluruh program pembinaan dan pelayanan dapat berjalan lancar.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta seluruh warga binaan untuk saling menjaga kedamaian, menjauhi segala bentuk pelanggaran, dan aktif melaporkan jika ada potensi gangguan kamtib,” tegas Tri Wahyu.

BACA JUGA:  Sambangi Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Kadivpas Ingatkan Kembali Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju

Selain isu keamanan, sosialisasi mengenai hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) juga menjadi poin utama yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Ari Julio. Pihak Rutan menegaskan kembali bahwa seluruh layanan integrasi diberikan secara transparan dan gratis, dengan syarat para warga binaan wajib menunjukkan perilaku baik dan memenuhi syarat administratif maupun substantif.

Kegiatan anjangsana yang berlangsung interaktif ini dilakukan dengan dialog dua arah, di mana warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang mereka hadapi secara langsung kepada jajaran manajemen Rutan. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat mempererat komunikasi, meminimalisir potensi gesekan, dan menjaga Rutan Kelas I Bandar Lampung tetap dalam keadaan aman, tertib, dan bernuansa pembinaan yang positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *