Lampung — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung bersama Kodam XXI/Radin Inten melaksanakan pemeliharaan berkala Bendungan Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaga fungsi infrastruktur vital, sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Lampung.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, bersama jajaran meninjau langsung kondisi Bendungan Way Rarem, Selasa (14/4/2026). Turut hadir Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, serta Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis.
Bendungan Way Rarem yang dibangun sejak tahun 1981, memiliki peran penting sebagai sumber irigasi, pengendali banjir, hingga destinasi pariwisata.
Namun, bendungan ini menghadapi persoalan serius, seperti pertumbuhan gulma dan eceng gondok yang memenuhi sebagian besar area genangan waduk hingga aktivitas keramba jaring apung. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kapasitas tampung air dan kinerja bendungan.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari mengatakan, dalam kerjasama ini akan dilakukan upaya penanganan terpadu.
Mulai dari pembersihan gulma menggunakan peralatan mekanis seperti harvester dredger. Lalu pengangkatan gulma dan sedimentasi secara manual maupun dengan alat berat.
“Kami mengapresiasi jajaran Kodam XXI/Radin Inten atas dukungan dan partisipasinya. Sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan TNI dalam menjaga infrastruktur strategis nasional,” ujarnya.
Elroy mengatakan kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan Bendungan Way Rarem tetap berfungsi optimal.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus dikembangkan lebih luas, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan dinamika kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sementara Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis mendukung sinergi antar pihak dalam menjaga ketahanan wilayah.
Terlebih bendungan memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Pemkab Lampung Utara siap memberikan dukungan dalam pemeliharaan bendungan. Melalui kolabrasi yang erat kami optimis stiap program pembanguanan bisa berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memastikan TNI Angkatan Darat dalam mendukung pemeliharaan bendungan.
Salah satunya melalui rencana pembentukan Brigade Infanteri Batalyon Teritorial Pembangunan di sekitar kawasan bendungan.
Langkah ini dinilai akan memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Abung Pekurun dan sekitarnya.
“Yang pasti TNI hadir di sini bukan untuk menyusahkan kegiatan warga, tapi mendukung masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya agar semakin maju. Karena saya sendiri merupakan putra asli kelahiran Lampung Utara yang ingin memajukan kampung halaman saya,” tandasnya. (*)

