Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui Kebun Inovasi, sebuah area pembinaan produktif yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan baru sekaligus berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Selasa (19/5/2026).
Kebun Inovasi tersebut melibatkan warga binaan secara langsung dalam berbagai kegiatan peternakan dan pengelolaan lingkungan yang bernilai produktif. Tidak hanya menjadi sarana pembinaan, area ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Lapas Cibinong mengembangkan budidaya ayam pedaging dan peternakan bebek sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan. Kegiatan ini menghasilkan produk ternak berkualitas serta menjadi sarana pelatihan keterampilan peternakan bagi warga binaan agar memiliki pengalaman kerja yang bermanfaat. Selain itu, tersedia produk bebek peking berbumbu rempah siap olah yang memberi nilai tambah pada hasil pembinaan.
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa Kebun Inovasi merupakan bagian dari program pembinaan produktif yang dirancang untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian warga binaan.
“Program Kebun Inovasi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Melalui kegiatan peternakan dan pengelolaan lingkungan, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Cibinong, Yoseph Jhon Ferry, menjelaskan bahwa pembinaan di Kebun Inovasi dilaksanakan melalui praktik kerja secara langsung agar warga binaan memiliki pengalaman dan keterampilan yang nyata.
“Kami ingin warga binaan peroleh keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan setelah bebas nanti. Melalui program ini, mereka tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih produktif dan mandiri,” jelas Yoseph.
Tidak hanya berfokus pada sektor peternakan, Kebun Inovasi juga mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi sirkuler dalam pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan. Sampah organik dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang kemudian digunakan sebagai pakan bernutrisi tinggi untuk ternak dan perikanan. Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat diolah menjadi kegiatan yang produktif, bernilai ekonomis, dan bermanfaat secara berkelanjutan.
Salah seorang warga binaan berinisial N mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan di Kebun Inovasi.
“Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, saya juga belajar beternak ayam, merawat bebek, dan budidaya maggot. Ilmu yang saya dapatkan di sini ingin saya manfaatkan nanti setelah bebas untuk membantu keluarga,” ungkap inisial N.
Melalui Kebun Inovasi, Lapas Cibinong menghadirkan program pembinaan produktif dan kreatif sebagai bentuk pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian agar mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat.

