Lestarikan Budaya Lokal, Lapas Cibinong Jadikan Seni Tradisional Lengser Sebagai Media Pembinaan Warga Binaan

156 views

Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan bermakna melalui pelestarian budaya lokal. Kali ini, warga binaan mendapatkan kesempatan mengikuti latihan kesenian tradisional Sunda Lengser, sebuah seni yang sarat dengan nilai etika, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap budaya, Kamis (16/7/2026).

Program pembinaan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Lapas Cibinong dengan Sanggar Seni Putra Binekas dari Paguyuban Kesenian Sunda Kabupaten Bogor. Dalam pelaksanaannya, para pelatih memberikan materi secara komprehensif, mulai dari pengenalan sejarah dan filosofi seni Lengser hingga praktik gerakan secara langsung. Melalui pendekatan tersebut, warga binaan tidak hanya mempelajari teknik pertunjukan, tetapi juga memahami nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya.

Pelatih dari Sanggar Seni Putra Binekas, Deden, mengapresiasi semangat belajar yang ditunjukkan warga binaan selama mengikuti latihan.

BACA JUGA:  Gema Takbir Idul fitri 1446 H, Kakanwil Ditjenpas Lampung Didampingi Kalapas Rajabasa Laksanakan Sholat Idul Fitri Dengan Ribuan Warga Binaan

“Kami melihat semangat dan kesungguhan yang luar biasa dari warga binaan dalam mempelajari seni Lengser. Seni tradisional bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga mengajarkan etika, karakter, dan penghormatan terhadap budaya. Kami berharap keterampilan ini menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Deden.

Pelestarian seni budaya tradisional menjadi salah satu fokus penting dalam pembinaan kepribadian di Lapas Cibinong. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, keberadaan seni tradisional perlu terus dijaga agar tidak tergerus modernisasi. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Nusantara sekaligus menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan tanggung jawab dalam melestarikannya.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Banyuasin Hadiri Kunjungan Kerja Kajati Sumatera Selatan Perkuat Sinergi Antar Penegak Hukum

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, menegaskan bahwa pembinaan berbasis seni budaya merupakan bagian dari upaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih positif, kreatif, dan produktif.

“Kami mendukung penuh kegiatan latihan seni tradisional ini karena menjadi salah satu media pembinaan yang efektif. Warga binaan tidak hanya memperoleh pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, seni budaya memiliki peran strategis dalam membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta memperkuat kebersamaan di antara warga binaan. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal berharga untuk mendukung proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Kelas I Makassar Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat

Melalui kegiatan ini, Lapas Cibinong menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai budaya bangsa. Dengan semangat pembinaan yang humanis, warga binaan diberikan ruang untuk mengasah potensi, mengenal dan melestarikan budaya lokal, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap berkontribusi positif saat kembali ke lingkungan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *