CIBINONG – Komitmen dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Lapas Kelas IIA Cibinong melalui pengembangan Pengelolaan Sampah Terpadu di Kebun Inovasi Lapas Cibinong.
Inovasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (PUSJAR SKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Dr. Rahmat, S.Pd., M.A, yang melakukan peninjauan lapangan terhadap seluruh rangkaian pengelolaan sampah hingga pemanfaatannya sebagai bagian dari program pemberdayaan warga binaan, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Rahmat melihat secara langsung proses pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Hasil budidaya maggot kemudian dimanfaatkan sebagai pakan bagi peternakan ayam, bebek dan kambing yang dikelola oleh warga binaan. Sistem yang terintegrasi ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Kepala PUSJAR SKPP LAN Samarinda, Dr. Rahmat, S.Pd., M.A, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang telah dikembangkan oleh Lapas Cibinong.
“Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi pengelolaan sampah terpadu yang dikembangkan Lapas Cibinong. Program ini memberikan manfaat nyata karena tidak hanya mampu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga berhasil mengintegrasikan aspek pembinaan, pemberdayaan warga binaan, dan ketahanan pangan dalam satu sistem yang berkelanjutan. Saya berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya,” ujar Dr. Rahmat.
Program tersebut juga merupakan bentuk nyata dukungan Lapas Cibinong terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemberdayaan warga binaan serta menambah keterampilan baru sebelum kembali kemasyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan bahwa pengelolaan sampah terpadu merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menciptakan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat.
“Kami berupaya menjadikan setiap program pembinaan memiliki nilai edukasi, produktivitas, dan keberlanjutan. Melalui pengelolaan sampah terpadu ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang budidaya maggot dan peternakan, tetapi juga membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, bekal ini dapat menjadi modal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar kalapas.
Inovasi yang dikembangkan Lapas Cibinong menjadi bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu menghadirkan manfaat yang luas, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui pengelolaan sampah terpadu, Lapas Cibinong terus mendorong terciptanya pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

