Lapas Kelas IIB Martapura Rutin Gelar SI-PROKES JEMPOL Guna Deteksi Dini Kesehatan Warga Binaan

153 views

Martapura — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Martapura terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui inovasi SI-PROKES JEMPOL (Sistem Proaktif Pelayanan Kesehatan Jemput Bola).

Program ini menjadi bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan secara proaktif dengan mendatangi langsung warga binaan di area hunian untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendengar keluhan yang mereka rasakan secara langsung.

Dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis dengan sistem pemeriksaan secara bergilir pada kamar hunian, SI-PROKES JEMPOL tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya deteksi dini terhadap gangguan kesehatan di Lapas Martapura. Dengan pendekatan jemput bola, petugas dapat mengetahui kondisi warga binaan lebih cepat sehingga keluhan kesehatan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

BACA JUGA:  Peringati Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Kepala LPKA Kelas I Palembang Laksanakan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Pada Kamis (17/9), terpusat di depan Masjid At-Taubah Lapas Martapura, Pemeriksaan kali ini menyasar warga binaan yang menghuni Kamar 3 dan Kamar 6 Blok A2 dengan jumlah 13 orang.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 7 orang warga binaan dinyatakan dalam kondisi sehat, sementara 6 orang lainnya ditemukan mengalami keluhan kesehatan atau sakit ringan. Terhadap warga binaan yang memiliki keluhan, petugas langsung memberikan pelayanan kesehatan dan obat-obatan sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Martapura, Farizal Antony, menegaskan bahwa pemenuhan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, kondisi kesehatan yang terpantau dengan baik akan turut menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan selama menjalani masa pidana.

BACA JUGA:  Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Petugas Lapas Ampana Panen 17 Kg Terong Perkuat Ketahanan Pangan

“Melalui SI-PROKES JEMPOL, kami berupaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat dipantau secara berkala. Setiap keluhan yang ditemukan diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin, sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Pelaksanaan SI-PROKES JEMPOL secara rutin dan bergilir menjadi langkah Lapas Martapura untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada warga binaan. Selain memastikan setiap keluhan mendapatkan perhatian, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan Lapas yang sehat sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan yang berjalan aman, tertib, dan kondusif.

BACA JUGA:  UBL Raih Peringkat I Universitas Swasta Terbaik se-Sumbagsel Untuk Ketujuh Kalinya

Dengan konsistensi pelaksanaan program SI-PROKES JEMPOL, Lapas Martapura berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang responsif dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan kesehatan warga binaan dapat terpantau dan ditangani sebagai bagian dari pemenuhan hak serta pelayanan selama berada di dalam Lapas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *