Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Petugas Lapas Ampana Panen 17 Kg Terong Perkuat Ketahanan Pangan

145 views

Ampana – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian hasil Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas laksanakan panen terong ungu di lahan pembinaan Lapas Ampana pada, Senin (24/08/2026).

Kegiatan yang didampingi Staf Kasubsi Bimbingan Kerja, Dicky Arisandi bersama Sigi Dwi Yulianto, menjadi bagian dari upaya membekali WBP dengan keterampilan kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengalaman mengelola usaha produktif.

Panen turut melibatkan peserta magang yang ikut terjun langsung bersama WBP. Selain menjadi pengalaman baru, keterlibatan tersebut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembinaan kemandirian sekaligus pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif.

BACA JUGA:  Setetes Darah dan Sejuta Harapan ! Lapas Cibinong Gelar Donor Darah Dalam Memeriahkan HUT Ke-81

Dari kegiatan tersebut berhasil dipanen 17 kilogram terong ungu. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Ampana, sehingga manfaat program pembinaan dapat dirasakan secara langsung.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan bahwa hasil panen menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian mampu memberikan hasil konkret.

“Pembinaan kemandirian tidak hanya bagaimana WBP mengikuti kegiatan, tetapi bagaimana dari kegiatan tersebut mereka mendapatkan keterampilan, pengalaman, dan hasil yang dapat memberikan manfaat. Panen 17 kilogram terong ini menjadi salah satu bukti bahwa lahan pembinaan dapat dikelola secara produktif dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.

BACA JUGA:  Lapas Kelas IIB Muara Tebo Terima Bantuan CSR BRI Berupa Kursi Tunggu Besi

Febriansyah menambahkan, Lapas Ampana akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian dan berbagai keterampilan produktif lainnya sesuai potensi yang tersedia.

“Yang paling penting adalah prosesnya. WBP belajar bekerja, merawat, bertanggung jawab, dan melihat langsung hasil dari apa yang mereka kerjakan. Nilai-nilai tersebut yang kami harapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” lanjutnya.

Panen terong tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan dan kemandirian sebagai bekal WBP kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *