Muara Tebo — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan peternakan yang produktif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan panen telur dari peternakan ayam petelur yang berada di area perkebunan Lapas Muara Tebo pada Kamis
(22/8).
Kegiatan panen tersebut dilaksanakan oleh Kasubsi Giatja dan staf bimbingan kerja bersama warga binaan serta anak magang. Dari hasil peternakan memiliki sekitar 300 ekor ayam petelur dan diperoleh hasil produksi sekitar 5 hingga 7 karpet telur dengan kualitas baik dan layak konsumsi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Muara Tebo dalam memberikan keterampilan kerja kepada WBP sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, sebagian hasil produksi juga dipasarkan oleh Lapas Muara Tebo. Selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Muara Tebo sebagai bahan konsumsi warga binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk optimalisasi hasil pembinaan, sekaligus mendukung keberlanjutan dan kemandirian program peternakan yang dikelola di lingkungan lapas.
“Program peternakan ini bukan hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di Lapas Muara Tebo,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Muara Tebo, Mukhlisin Fardi.
Seluruh hasil panen kemudian diserahkan kepada dapur Lapas Kelas IIB Muara Tebo untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam penyediaan menu konsumsi bagi warga binaan.
kasubsi kegiatan kerja, Munawir menambahkan pihaknya terus berupaya menjaga kualitas hasil peternakan agar tetap baik dan layak konsumsi, sehingga hasil pembinaan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga binaan maupun lingkungan lapas.

