Bandar Lampung — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan Opening Ceremony Lampung Begawi Tahun 2026 di Lampung City Mall.
Mengusung tema “Sai Bumi, Sejuta Nilai: Penguatan Hilirisasi dan Digitalisasi untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing”, kegiatan ini perkuat ekosistem UMKM, ekonomi kreatif dan digitalisasi ekonomi daerah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono; Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Forkopimda se-Provinsi Bali, serta mitra strategis Bank Indonesia Lampung.
Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kinerja perekonomian Provinsi Lampung yang tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan. Capaian ini mampu menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatra.
Sebagai salah satu motor pertumbuhan di wilayah Sumatra, pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu terus diikuti dengan peningkatan kualitas pertumbuhan. Oleh karenanya, hilirisasi menjadi agenda prioritas untuk menciptakan nilai lebih besar perluas kesempatan usaha, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Dalam rangka mengimplementasikan mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM melalui penguatn kemitraan usaha, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
Hadirnya QRIS sebagai instrumen pembayaran yang inklusif juga merupakan upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMKM. Capaian Triwulan II 2026 menunjukkan jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung telah melampaui 916 ribu merchant yang meningkat 29,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nominal transaksi mencapai Rp2,3 Triliun.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia Lampung dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menghadirkan kegiatan ini.
Mirza menyampaikan Pulau Sumatra memiliki posisi strategis sekaligus salah satu produksi pangan dan komoditas unggulan nasional menjadikan Lampung memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Lampung memiliki fondasi ekonomi yang kuat, sekaligus peluang besar untuk memperkuat rantai nilai industri dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya transformasi ekonomi daerah melalui penguatan sektor produktif, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan iklim usaha yang semakin kondusif.
Dalam laporannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan penyelenggaraan Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga platform penciptaan nilai yang mempertemukan UMKM, komunitas, dunia usaha, agregator, perbankan dan masyarakat untuk bangun peluang ekonomi yang lebih luas.
Fokus penguatan dari komoditas dan produk unggulan daerah dalam giat ini di antaranya adalah olahan pisang, kopi, dan wastra, tanpa mengesampingkan pengembangan sektor UMKM lain yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Sebagai giat tahunan yang telah menghadirkan ribuan pengunjung, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep multi-stage event melalui tiga ruang utama merepresentasikan potensi dan arah pengembangan ekonomi Lampung : Lamban Kupi, sebagai ruang penguatan ekosistem kopi Lampung. Main Stage, sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan diskusi, literasi, dan digitalisasi dan Lamban Wastra, sebagai ruang eksplorasi dan inovasi pengembangan nilai tambah wastra Lampung.
Konsep tersebut juga diselaraskan dengan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Bank Indonesia, khususnya melalui penguatan program Cangkir Barista dan Citra Nusa, yang mendorong pengembangan kapasitas pelaku usaha secara terintegrasi.
Fokus pada penguatan nilai tambah komoditas unggulan daerah juga ditekankan kembali dalam
sambutan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal yang menyampaikan bahwa struktur ekonomi Provinsi Lampung ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sehingga menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Lampung berakar kuat pada sektor produktif masyarakat, sehingga diperlukan upaya memperkuat rantai nilai industri dan peningkatan nilai tambah.
Lebih dari sekadar sebuah ajang pameran dan promosi, Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, sektor keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong lahirnya UMKM di Provinsi Lampung yang semakin produktif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global secara berkelanjutan.

