Kepala Lapas Narkotika Bandar Lampung Bersama TNI – POLRI Gelar Razia dan Tes Urine Warga Binaan

307 views

Betiklampung.com, Lampung —

Dalam deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung melaksanakan razia dan tes urine terhadap warga binaan pada, Selasa (09/07) malam.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Bandar Lampung, Ade Kusmanto, dengan melibatkan jajaran petugas serta personel TNI dari Koramil Jati Agung dan POLRI dari Polsek Jati Agung.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba,” tegas Kalapas Ade Kusmanto saat memimpin jalannya razia.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Perkuat Komitmen Pelayanan dan Koordinasi Antarinstansi Saat Tinjau Lokasi Evakuasi KM Tunu Pratama Jaya

Razia dilakukan secara menyeluruh di blok hunian. Petugas menggeledah kamar satu per satu dan mengamankan sejumlah barang terlarang seperti kabel hingga benda logam yang tidak seharusnya berada di dalam kamar warga binaan.

“Kami tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, namun tegas dalam pelaksanaan razia. Tidak ada kompromi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” tutur Kalapas Ade Kusmanto.

Usai razia, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine kepada sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak. Tes dilakukan oleh tim medis Lapas Narkotika Bandar Lampung.

BACA JUGA:  Peringati HUT RI ke 79, Lapas Muara Enim Ikuti Jalan Santai dan Senam Jantung Sehat

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. Ini menunjukkan sistem pengawasan internal berjalan baik,” ungkap Kalapas.

Selanjutnya, sinergi dengan aparat TNI dan POLRI turut memperkuat pengawasan dan pengendalian terhadap potensi penyimpangan di dalam Lapas.

Pihaknya mengapresiasi dukungan dari Koramil dan Polsek Jati Agung. Sinergi antara Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dengan unsur TNI dan POLRI menjadi manifestasi nyata dari kolaborasi dalam mendukung tata kelola pemasyarakatan yang profesional dan akuntabel.

“Kedepan, upaya preventif semacam ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas,” ungkapnya.(*)