Produk Sendal Hotel Hasil Karya Warga Binaan Semakin Diminati Hotel Berbintang di Wilayah Brebes

355 views

Betiklampung.com, Brebes —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah terus menunjukkan komitmen dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat. Salah satu hasil nyata dari program pembinaan tersebut adalah produksi sendal hotel yang kini mulai digunakan di sejumlah hotel berbintang di wilayah Brebes, Kamis (21/8).

“Warga binaan kami di sini mampu memproduksi sendal hotel. Dan saat ini produk kami sudah digunakan di beberapa hotel berbintang sekitar Brebes,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali.

BACA JUGA:  Risiko El Nino Perlu Dimitigasi Untuk Mengendalikan Inflasi Pangan

Kalapas menambahkan, pihaknya akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perhotelan dan destinasi wisata, sehingga produk hasil karya warga binaan dapat semakin dikenal dan memberi manfaat lebih luas.

“Tentunya saat ini kami masih berusaha untuk menggandeng hotel maupun tempat wisata lainnya yang membutuhkan produk karya warga binaan Lapas Brebes,” jelasnya. Selain mendorong pengembangan keterampilan, Lapas Brebes juga berupaya berkontribusi langsung pada program pemerintah.

BACA JUGA:  Kasrem 043/Gatam Hadiri Rapat Kesiapan Pelaksanaan SSDN PPRA LXVI TA 2024 Lemhanas RI dan Rakor Rencana Pelatihan TOT

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan apresiasi terhadap langkah positif Lapas Brebes. Menurutnya, program pembinaan yang dijalankan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemasyarakatan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Lapas Brebes telah menunjukkan inovasi pembinaan yang patut diapresiasi.

Langkah ini menjadi bukti bahwa Lapas Brebes tidak hanya fokus pada keamanan dan pembinaan, tetapi juga aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta dunia usaha. Harapannya, selain meningkatkan kemandirian warga binaan, program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Brebes.

Respon (1)

Komentar ditutup.