Lampung — Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia gelar kegiatan Rapat Konsolidasi Bersama bagi para Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel), Mitra dan Yayasan yang dipimpin Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, S.I.K., yang bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman dan langkah seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung dilaksanakan di Hotel Novotel Bandar Lampung pada, Sabtu (14/02/2026).
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Menurutnya, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan malnutrisi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, MBG juga dirancang untuk membangkitkan ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama kebutuhan pangan.

Ia menambahkan besarnya potensi ekonomi dari program MBG mengingat jumlah SPPG di Lampung yang telah mencapai angka signifikan. “Di Lampung ini sudah ada 1.000 lebih SPPG. Artinya, ada satu potensi besar yang harus diserap setiap harinya,” kata Sony. Ia juga mencontohkan kebutuhan rantai pasok untuk pelaksanaan program MBG yang harus dipenuhi dan dipikirkan bersama oleh pemerintah daerah, tidak hanya oleh BGN.
Guna mendukung operasional SPPG, Provinsi Lampung dapat alokasi anggaran sebesar Rp886.394.347.200 per bulan. Dalam setahun, total anggaran yang telah dikucurkan mencapai Rp 10.636.732.166.400. Sony menekankan pentingnya seluruh SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat. Ia mengingatkan agar kualitas dan keamanan makanan benar-benar dijaga demi mencegah terjadinya kasus keracunan di kemudian hari.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia mengatakan, Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pangan lokal. Dengan melibatkan pelaku usaha daerah, program ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Perbaikan gizi anak-anak harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui pangan lokal,” ujarnya. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para mitra, program Makan Bergizi Gratis di Lampung diharapkan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

