Lapas Cibinong Buka Ruang Berbagi, Lapas Banda Aceh Pelajari Pengelolaan Dapur Sehat dan Program Ketahanan Pangan

367 views

Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIA Banda Aceh. Kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan program Pemasyarakatan, khususnya terkait pengelolaan Dapur Sahabat serta pengembangan ketahanan pangan.

Kedatangan rombongan Lapas Kelas IIA Banda Aceh disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong beserta jajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai berbagai program yang dikembangkan di Lapas Cibinong, dengan fokus utama pada pengelolaan Dapur Sahabat serta ketahanan pangan yang dikembangkan melalui Kebun Inovasi dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru dari Lapas Banda Aceh. Melalui kunjungan ini, kami berbagi praktik baik terkait pengelolaan Dapur Sahabat serta program ketahanan pangan di Kebun Inovasi dan SAE, dengan harapan dapat menjadi referensi yang bermanfaat untuk pengembangan program Pemasyarakatan di masing-masing satuan kerja,” ujar Kalapas Cibinong.

BACA JUGA:  Kakanwil Pimpin Random Sampling Test Urine WBP dan Petugas, Tegaskan Rutan Kota Agung Bebas Narkoba !

Dapur Sahabat menjadi salah satu lokasi utama yang dikunjungi rombongan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Lapas Banda Aceh melihat secara langsung proses pengelolaan dapur, mulai dari penerimaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan bagi Warga Binaan. Aspek kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, serta pengelolaan dapur turut menjadi bagian yang dipelajari dalam kegiatan studi tiru.

Usai meninjau Dapur Sahabat, rombongan kemudian mengunjungi Kebun Inovasi dan SAE. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan di Lapas Cibinong.

Berbagai kegiatan dikembangkan di Kebun Inovasi, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan. Lapas Cibinong memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya berbagai tanaman, termasuk melalui sistem hidroponik. Pada sektor peternakan dikembangkan pemeliharaan ayam, kambing perah, dan bebek, sedangkan sektor perikanan turut dikembangkan melalui budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Aksi Konservasi di Pantai Panjang Bengkulu

Kebun Inovasi juga mengintegrasikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kegiatan produktif. Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sementara sampah anorganik diolah menjadi biji plastik. Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kalapas Kelas IIA Banda Aceh, Akhmad Heru Setiawan, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Lapas Cibinong untuk melihat secara langsung berbagai program yang telah dikembangkan.

“Kami mengapresiasi Lapas Cibinong yang telah menerima dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Dapur Sahabat serta program ketahanan pangan. Banyak hal yang kami pelajari dari kunjungan ini dan tentunya akan menjadi bahan evaluasi serta pengembangan program yang dapat disesuaikan dengan kondisi di Lapas Banda Aceh,” ujar Akhmad.

BACA JUGA:  Lapas Brebes Bergerak Cepat, Kalapas Gowim Mahali Pimpin Aksi Bersih Musholla Sambut Ramadan 2026

Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengalaman dan praktik baik antarunit pelaksana teknis Pemasyarakatan. Berbagai inovasi yang telah berjalan di Lapas Cibinong dapat menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing satuan kerja.