Tanam 1.000 Bibit Singkong, Lapas Gunung Sugih Dukung Program Ketahanan Pangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

473 views

Betiklampung.com, Gunung Sugih —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih lakukan penanaman massal bibit singkong di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Penanaman ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Gunung Sugih, Mastur, bersama ajaran struktural dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (24/04).

“Hari ini sekitar 1.000 bibit batang singkong kami tanam di lahan SAE, semoga tumbuh subur dan hasilnya melimpah sehingga dapat dijual ke luar dan dinikmati bersama-sama,” harap Mastur.

BACA JUGA:  Kemenkum Kaltim Dorong Perlindungan Inovasi Melalui Krenova 2025

Ia mengungkapkan penanaman singkong itu adalah bentuk nyata Lapas Gunung Sugih, dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya terkait ketahanan pangan. “Kami sangat antusias memberdayakan WBP guna mendukung program ketahanan pangan agar bisa menghasilkan produk pertanian yang bernilai jual,” tegas Mastur.

Mastur pun menyampaikan program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Lapas Gunung Sugih bertujuan mempersiapkan WBP kembali ke masyarakat dengan keterampilan. “Dengan bekal ilmu pertanian, saya yakin setelah bebas nanti WBP bisa membuka usaha secara mandiri sehingga mampu menafkahi keluarga,” ucapnya.

BACA JUGA:  Raih Keberkahan Ramadhan, Danramil Kedaton Sambangi Panti Asuhan

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Rully Anwardi Lubis, menjelaskan proses tumbuh bibit singkong mulai dari pembibitan hingga panen membutuhkan waktu 120-150 hari. “Cara menanamnya cukup mudah dengan memakai pola zig-zag. Namun yang harus benar-benar harus diperhatikan adalah jarak tanamnya agar ketika tanaman tumbuh dewasa, tajuk pohok tidak berhimpitan. Jarak tanam singkong yang tepat akan membuat pertumbuhan tanaman optimal supaya hasil panen maksimal,” jelasnya.