Kakanwil Ditjenpas Lampung Hadiri Ekspor Produk Olahan Sabut Kelapa Hasil Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung ke Jepang

297 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Jalu Yuswa Panjang, menghadiri seremoni ekspor lanjutan produk olahan sabut kelapa (cocopeat) ke Jepang yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Bandar Lampung, Senin (16/6). Produk cocopeat ini merupakan hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan kemandirian yang bekerja sama dengan PT Coir Indonesia Global.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret keberhasilan pembinaan di dalam lapas yang tidak hanya fokus pada aspek pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga peningkatan keterampilan serta pemberdayaan ekonomi. Produk cocopeat yang diekspor telah memenuhi standar kualitas internasional dan diproduksi langsung oleh warga binaan dengan pengawasan serta pelatihan dari pihak lapas dan mitra industri.

BACA JUGA:  Sukseskan Pilkada 2024, XL Axiata Pastikan Konektivitas Jaringan Lancar di Seluruh Indonesia

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lapas Kelas I Bandar Lampung dan PT Coir Indonesia Global atas komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian. Ia menegaskan bahwa kegiatan ekspor ini merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial bagi warga binaan, agar kelak mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan mandiri.

BACA JUGA:  Rivan A Purwantono : Kolaborasi Kunci Kecepatan Santunan Korban Laka Bus Ciater

“Ini bukan hanya tentang ekspor produk, tetapi juga ekspor nilai yakni bagaimana lembaga pemasyarakatan mampu mencetak manusia yang siap kembali dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Jalu.

Kegiatan ditutup dengan pelepasan simbolis kontainer ekspor dan doa bersama sebagai wujud syukur atas capaian yang telah diraih. Keberhasilan ekspor ini diharapkan menjadi motivasi bagi lapas lain untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis kerja sama industri.

Kanwil Ditjenpas Lampung akan terus mendorong program pembinaan yang berdampak nyata, guna memperkuat kepercayaan publik dan mendorong terciptanya sistem Pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi hasil.