Betiklampung.com, Metro —
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan Warga Binaan serta mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro kembali melaksanakan kegiatan deteksi dini HIV/AIDS bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Iringmulyo, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian rutin dari pelayanan kesehatan di Lapas Metro yang terus diperkuat setiap tahunnya. Pelaksanaan deteksi dini dilakukan melalui program Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT), yaitu layanan pemeriksaan HIV/AIDS yang dilakukan secara mobile oleh tenaga kesehatan.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan Warga Binaan secara cepat dan akurat, tetapi juga sebagai langkah pencegahan maupun edukasi agar para Warga Binaan memahami pentingnya menjaga kesehatan pribadi selama menjalani masa pidana.
Petugas Kesehatan Lapas Metro, Reni, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara berkala dan melibatkan Warga Binaan sesuai data kesehatan dan kebutuhan pemantauan.
“Sebanyak 55 Warga Binaan yang dilakukan pemeriksaan, keseluruhan hasilnya non reaktif,” kata Reni. Hal tersebut merupakan hasil yang baik, karena menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan Lapas Metro selama ini berjalan efektif.
Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan dan pihak Puskesmas Iringmulyo atas kerja sama yang terus terjalin. Ia menegaskan bahwa kesehatan Warga Binaan merupakan prioritas utama, sama pentingnya dengan keamanan dan pembinaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap Warga Binaan mendapatkan hak kesehatan yang layak. Deteksi dini seperti ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular, sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni dan petugas,” ujar Tunggul.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan HIV/AIDS bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang edukasi dan kesadaran. “Kami berharap Warga Binaan terus menjaga pola hidup sehat, memahami risiko, dan tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang sudah disediakan,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan yang ikut menjalani pemeriksaan mengaku merasa terbantu dan lega setelah mendapatkan hasil pemeriksaan. “Ya senang, Pak. Jadi lebih tenang karena tahu hasilnya. Di sini kami juga sering diingatkan soal kesehatan dan hari ini kami di cek HIV/AIDS, alhamdulillah kami semua non reaktif,” ungkapnya.

