Kepala Lapas Makassar Pimpin Panen Selada Hasil Pembinaan Warga Binaan Dalam Perkuat Ketahanan Pangan

163 views

Makassar — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu pimpin kegiatan panen selada hasil budidaya warga binaan yang diikuti oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Yansen, bersama jajaran petugas dalam menunjukkan komitmennya untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia pada, Selasa (14/07).

Panen selada tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dikembangkan di Lapas Kelas I Makassar. Melalui pemanfaatan lahan pembinaan secara optimal, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk karakter yang disiplin, produktif dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Yansen, menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Makassar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman kerja dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Kakanwil Kemenkumham Babel Lantik Analis dan Pranata Keuangan APBN

“Melalui program pertanian ini, warga binaan dibimbing untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh sehingga memiliki kompetensi dan keterampilan yang bernilai ekonomi. Kami akan terus mengembangkan program pembinaan yang produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Yansen.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen Lapas Makassar dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan yang berkualitas harus mampu menghasilkan warga binaan yang memiliki karakter baik sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pidana.

BACA JUGA:  Kanwil Kemenkumham Lampung Bersama 18 UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi Terima Penghargaan P2HAM 2024

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga membangun kompetensi dan kemandirian warga binaan. Hasil panen yang diperoleh hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkap Kalapas Gumilar.

Kegiatan panen selada ini menjadi bukti bahwa Lapas Kelas I Makassar terus bertransformasi menjadi lembaga pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, program ini juga memperkuat tujuan pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif.

BACA JUGA:  Pj. Sekdaprov Lampung Fredy Dorong ASN dan Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Berzakat Melalui Baznas

“Sehingga mereka memiliki kesempatan untuk hidup mandiri, produktif, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nantinya. Dari setiap benih yang ditanam, tumbuh harapan baru. Dari setiap panen yang dipetik, lahir semangat kemandirian untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *