Jambi — Bagi banyak lansia dan penyandang disabilitas di Kecamatan Jambi Timur, menjalani terapi rutin bukanlah perkara mudah. Selain harus menempuh perjalanan hingga sekitar 10 kilometer menuju pusat rehabilitasi, biaya terapi yang mencapai sekitar Rp300 ribu setiap kali pertemuan membuat sebagian masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, kesulitan mengakses layanan tersebut. Akibatnya, rehabilitasi sering tertunda sehingga berisiko menurunkan kemampuan fisik, komunikasi, hingga kualitas hidup masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Jambi berkolaborasi dengan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Alyatama Jambi dan Dinas Sosial menghadirkan Program Penyuluhan dan Layanan Terapi bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia. Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dilaksanakan setiap hari Rabu sepanjang Juli 2026 di Koperasi Merah Putih, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur.
Pada pelaksanaan perdana, program ini melayani 40 lansia dan 7 penyandang disabilitas. Selanjutnya, kegiatan akan dilaksanakan secara bergilir bagi warga di tiga RT Kelurahan Kasang setiap pekan, serta menjangkau peserta dari kelurahan lain di Kecamatan Jambi Timur agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Layanan yang diberikan meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, hingga pendampingan psikolog sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat. Selain itu, peserta dan keluarga juga memperoleh penyuluhan sosial serta edukasi kesehatan mengenai pentingnya rehabilitasi berkelanjutan dan pendampingan yang tepat di rumah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Jambi turut menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia dan anak penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan.
Lurah Kasang, Ella Indriyani, mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan lansia yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan terapi. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujar Ella.
Salah satu peserta lansia, Sahudin, mengaku merasakan manfaat dari layanan yang diterimanya.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Setelah mengikuti terapi, badan terasa lebih nyaman dan saya juga mendapat pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan di rumah. Semoga pelayanan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu kami,” tutur Sahudin.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi bersama Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, kami ingin membantu mendekatkan akses layanan rehabilitasi bagi kelompok yang membutuhkan. Kami berharap program ini tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh layanan terapi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup serta mendorong kepedulian bersama terhadap penyandang disabilitas dan lansia,” jelas Rusminto.
Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan TJSL sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, inklusif dan berdaya.

