Pertamina Patra Niaga Perkuat Kesiapan Bisnis UMKM Sumbagsel Melalui UMK Academy 2026

161 views

Palembang – Pengelolaan keuangan yang tepat dan kemampuan membangun kerja sama menjadi bekal penting bagi UMKM untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Memahami kebutuhan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyelenggarakan UMK Academy 2026 bertema Financial Management & B2B Collaboration secara hybrid di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Palembang, pada Kamis (29/10).

Kegiatan yang diikuti 131 peserta UMKM mitra binaan tersebut menghadirkan dua materi utama, yakni Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Manajemen Keuangan bersama Qoriatul Hayati, pemilik UMKM Lampung Ethnica, serta Rantai Pasok Kolaboratif untuk Business to Business (B2B) bersama Elpha Denina, pemilik UMKM Telaga Rizqi. Pada sesi pembukaan, sekitar 100 peserta telah bergabung secara langsung maupun daring.

Kegiatan dibuka Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi. Dalam sambutannya, Rusminto menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi bekal penting bagi UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan daya saing.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pokdarwis Berage Kembangkan Potensi Wisata Burong Mandi

“UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga perlu memahami kondisi keuangan dan membangun kerja sama bisnis. Melalui UMK Academy, Pertamina menghadirkan ruang belajar agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat, memperkuat daya saing, dan memanfaatkan peluang pengembangan usaha,” ujar Rusminto.

Materi pertama disampaikan Elpha Denina, pemilik Telaga Rizqi yang telah menjalankan usaha sejak 2017. Ia membahas rantai pasok kolaboratif untuk B2B, termasuk pentingnya membangun hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis, menjaga kualitas produk, serta menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Manfaatkan Daun Kering di Kebun Raya Tuatunu Menjadi Kompos Berkelanjutan

Selanjutnya, Qoriatul Hayati, pemilik Lampung Ethnica yang berdiri sejak 2018 dan memperkenalkan kain khas Lampung melalui berbagai produknya, membagikan materi perhitungan HPP dan manajemen keuangan. Pembahasan mencakup cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga memisahkan keuangan pribadi dan usaha agar kondisi bisnis dapat dikelola dengan lebih baik.

Salah satu peserta, Kartika, pemilik UMKM Pempek Syamil, mengaku mendapatkan wawasan yang relevan dengan kebutuhan usahanya sehari-hari.

“Materinya sangat bermanfaat, terutama dalam membantu kami memahami perhitungan biaya produksi dan pengelolaan keuangan. Selama ini, kami sering berfokus pada produksi dan penjualan, padahal pencatatan keuangan juga penting agar usaha berkembang lebih terarah. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga bisa belajar dari pengalaman sesama pelaku UMKM,” ungkap Kartika.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bawa Kerajinan Anyaman Bambu Rimanci Handbags Menjangkau Pasar Internasional

UMK Academy merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam meningkatkan kapasitas UMKM binaan agar semakin tangguh, kompetitif dan berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita poin 3, yaitu peningkatan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan dan penguatan industri kreatif, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *